Ketua
Umum FPI Habib Rizieq Shihab menegaskan tidak akan ada lagi Aksi Bela Islam 4
tapi yang ada adalah revolusi, bila tersangka penistaan
agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dibebaskan.
"Jadi
jangan coba-coba. Maka saya teriak revolusi. Siap turun lagi. Jadi jangan turun
lagi di Istana, Monas, HI, langsung kita sambangi ke Gedung DPR/MPR,"
tegas Rizieq, di Jakarta, hari ini.
Habib
Rizieq mengatakan, akan menduduki DPR bila Ahok lolos dari jerat hukum, karena
menurutnya, DPR adalah rumah rakyat.
"Kalau
tidur di sana itu makar atau bukan. Kalau DPR rumah siapa? Boleh datang ke DPR,
duduk boleh. Kalau ada yang menduduki DPR berarti makar, ini Polisi keder. Kan
boleh rakyat datang, boleh rakyat duduk, boleh rakyat nginap,"
sebut dia.
Aksi
Bela Islam telah dilakukan hingga tiga kali. Terakhir, aksi digelar pada 2
Desember 2016. Ribuan massa turun ke jalan, menggelar doa bersama, dan
berzikir. Massa meminta agar Ahok segera ditahan, tapi tuntutan massa belum
terlaksana.
Ikatakan
Habib Rizieq, dia siap berdialog dengan Presiden Joko Widodo untuk membahas
persoalan bangsa, termasuk perkara Ahok agar tidak ada lagi Aksi Bela Islam
Jilid 4, 5, 6 dan seterusnya.
"Jika
kami salah sangka maka kami akan minta maaf dan ikuti pemerintah. Tapi jika
pemerintah melanggar, maka kami akan luruskan. Umat Islam tidak akan capek,
berhentinya entar kalau sudah masuk surga," tandasnya.
Sumber : rimanews
“Bila kau tak tahan lelahnya belajar maka kau harus tahan
menanggung perihnya kebodohan”
(Imam Syafi’i)

