Bareskrim Polri sedang mempersiapkan gelar perkara penyelidikan
kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama
terkait surah al-Maidah ayat 51. Ustaz Felix Siauw mempertanyakan di mana
posisi umat Islam dalam kasus ini.
"Dulu sebelum beriman, saya memandang Muslimah berkerudung
berjilbab dengan pandangan jijik, lengkap dengan cap munafik, dan beragama
fanatik," kata Felix Siauw dalam akun Instagram pribadinya, Kamis
(10/11/2016).
"Lalu melihat orang yang beragama itu sebagai sebuah
kesia-siaan, sesuatu yang tak ada gunanya, tidak berdampak langsung dan memberi
manfaat".
"Obsesi saya segala sesuatu yang tampak oleh mata,
kekayaan, ketenaran, dihormati, dielu-elukan. Harta, tahta, kata, wanita. Itu
yang paling penting".
"Saya iri dengan mereka yang lahir di Jepang, atau mereka
yang ditakdirkan jadi warga Amerika, atau minimal ingin jadi warga Eropa,
mereka keren".
"Mengapa semua itu bisa terjadi pada saya? Sebab saya belum
beriman. Sulit bagi saya untuk memahami pengorbanan karena agama, mencintai
agama".
"Konsep berbuat karena Allah bagi saya konyol waktu itu,
manisnya pengorbanan dalam ibadah itu layaknya bualan bagi saya masa itu. Sebab
belum lagi beriman".
"Maka sulit kiranya menjelaskan pada mereka, apa arti pilu
di hati saat mendengar Alquran dinista, dianggap mengandung kebohongan dan alat
kebohongan".
"Tidak hanya itu, mereka yang mengajarkan kebenaran Alquran
dianggap rasis dan pengecut, penipu dan pembohong. Keimanan kita terusik
sangat".
"Susah memang menjelaskan bahwa aksi #BelaQuran itu adalah manifestasi iman, sebab
mereka yang tak beriman pasti tak paham. Mereka bilang ini hanya urusan
uang".
"Sebab yang belum beriman, seperti saya dulu, hanya
mengenal motivasi dunia yang terlihat mata. Sulit mereka diajak berpikir
selepas dunia, motivasi ruhiyah".
"Iman itu tidak netral, dia pasti memihak. Maka sesiapa
yang bicara dia netral dalam perkara penistaan agama, dia mesti penggombal,
yang tak bisa dipercaya".
"Keimanan itu memberikan kecenderungan, dan kecenderungan
kita menandakan keimanan kita. Dan dalam perkara penistaan ini, di mana posisi
kita?" tegas Ustaz Felix.
※ Ya Allah... semoga yang membaca artikel ini :
¤ Muliakanlah orangnya… Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan... Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya… Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah… Yang laki2 entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid… Bahagiakanlah keluarganya… Luaskan rezekinya seluas lautan… Mudahkan segala urusannya… Kabulkan cita-citanya… Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji… Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar. Aamiin ya Rabbal'alamin.
¤ Muliakanlah orangnya… Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan... Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya… Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah… Yang laki2 entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid… Bahagiakanlah keluarganya… Luaskan rezekinya seluas lautan… Mudahkan segala urusannya… Kabulkan cita-citanya… Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji… Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar. Aamiin ya Rabbal'alamin.
“Bila kau tak tahan lelahnya belajar maka kau
harus tahan menanggung perihnya kebodohan” (Imam Syafi’i)

