Jakarta - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI)
Habib Muhammad Rizieq Syihab membuat puisi untuk menyikapi situasi saat ini.
Puisi tersebut ditujukan untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Berikut isi puisi
tersebut yang dilansir dari habibrizieq.com, Jumat (11/11/2016) :
MR. JOKOWI
Sejak kau pimpin
negara
Muncul banyak perkara
PKI makin meraja-lela
Liberal makin angkat
dada
Non Muslim Pimpin
Jakarta
Di Sumber Waras, dia
dijaga
Di Reklamasi, dia juga
dibela
Hingga berani nista
agama
4 November 2016 siang
Habaib & Ulama
datang
Menunggumu hingga
petang
Engkau menghilang
Kini, saat umat marah
Kau mulai
beramah-tamah
Datang sini datang
sana
Undang sini undang
sana
Kau mulai main
sandiwara
Hidupmu penuh
pura-pura
Kau undang para
Ulama
Hanya untuk diadu domba
Selesaikan saja akar
masalah
Jangan lagi masalah
ditambah
Jangan kau lindungi
Penista
Jangan kau korbankan
Negara
AYO ... TANGKAP AHOK
... !!!
Suara-islam.com
red: adhila
※ Ya Allah... semoga yang membaca artikel ini :
¤ Muliakanlah orangnya… Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan... Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya… Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah… Yang laki2 entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid… Bahagiakanlah keluarganya… Luaskan rezekinya seluas lautan… Mudahkan segala urusannya… Kabulkan cita-citanya… Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji… Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar. Aamiin ya Rabbal'alamin.
¤ Muliakanlah orangnya… Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan... Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya… Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah… Yang laki2 entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid… Bahagiakanlah keluarganya… Luaskan rezekinya seluas lautan… Mudahkan segala urusannya… Kabulkan cita-citanya… Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji… Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar. Aamiin ya Rabbal'alamin.
“Bila kau tak tahan lelahnya belajar maka kau
harus tahan menanggung perihnya kebodohan” (Imam Syafi’i)
