Di berbagai Aksi Bela Islam, massa merasa risih dengan
keberadaan MetroTV meliput. Hal ini terbukti dengan massa yang menolak sampai
memboikot MetroTV. Seperti di Aksi Bela Islam II di Medan (4/11/2016), tepatnya
di Masjid Agung.
Selain itu, di Jakarta, massa Aksi Bela Islam juga melakukan
hal serupa. Keberadaan MetroTV memang dianggap tidak penting. Hal ini yang
mendorong massa dengan sadar memaksa MetroTV jangan meliput acara Aksi Bela
Islam III (2/12/2016).
Kini,
di dunia maya, MetroTV mendapat perlawanan dari para netizen. Aksi yang
dilakukan netizen bukan tanpa alasan. Tapi mereka punya alasan kuat mengapa
melakukan hal tersebut.
“Mereka
yg seringkali manipulasi, rasa muak kami sudah memuncak. Wajar ada hestek
#BoikotMetroTV ini,” kicau akun @af1_
Ada
juga netizen yang sudah melakukannya setahun tentang #BoikotMetroTV.
“Aksi
#BoikotMetroTv ini sdh aku lakukan setahunan. Dirumah, dihotel, diresto dll
setiap ada remote TV pasti kucari & ku delete metro tipu,” twit
@EfieyTya.
Singkatnya, penolakan dilapangan dan penolakan di dunia maya
(Internet) tentang keberadaan Metro TV harus mendapat perhatian serius dari
pihak berwenang. Jika memang benar bahwa MetroTV meresahkan rakyat Indonesia
eksistensinya, kenapa tidak dicabut saja izinnya oleh pemerintah?
Sumber : pekanews
“Bila kau tak tahan lelahnya belajar maka kau harus tahan
menanggung perihnya kebodohan”
(Imam Syafi’i)

