Selasa, 06 Desember 2016

✿ Gak Di Lapangan, Gak Di Internet, MetroTV Terus Mendapat Perlawanan Rakyat #BoikotMetroTv


Di berbagai Aksi Bela Islam, massa merasa risih dengan keberadaan MetroTV meliput. Hal ini terbukti dengan massa yang menolak sampai memboikot MetroTV. Seperti di Aksi Bela Islam II di Medan (4/11/2016), tepatnya di Masjid Agung.


Selain itu, di Jakarta, massa Aksi Bela Islam juga melakukan hal serupa. Keberadaan MetroTV memang dianggap tidak penting. Hal ini yang mendorong massa dengan sadar memaksa MetroTV jangan meliput acara Aksi Bela Islam III (2/12/2016).

Kini, di dunia maya, MetroTV mendapat perlawanan dari para netizen. Aksi yang dilakukan netizen bukan tanpa alasan. Tapi mereka punya alasan kuat mengapa melakukan hal tersebut.

“Mereka yg seringkali manipulasi, rasa muak kami sudah memuncak. Wajar ada hestek #BoikotMetroTV ini,” kicau akun @af1_
Ada juga netizen yang sudah melakukannya setahun tentang #BoikotMetroTV.
“Aksi #BoikotMetroTv ini sdh aku lakukan setahunan. Dirumah, dihotel, diresto dll setiap ada remote TV pasti kucari & ku delete metro tipu,” twit @EfieyTya.

Singkatnya, penolakan dilapangan dan penolakan di dunia maya (Internet) tentang keberadaan Metro TV harus mendapat perhatian serius dari pihak berwenang. Jika memang benar bahwa MetroTV meresahkan rakyat Indonesia eksistensinya, kenapa tidak dicabut saja izinnya oleh pemerintah?

Sumber : pekanews


“Bila kau tak tahan lelahnya belajar maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan”

 (Imam Syafi’i)
 
;