Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia
(MUI), Yunahar Ilyas, mengaku heran
ada umat Islam yang bangga mengolok Islam. Ia menilai, orang-orang seperti itu
memiliki gangguan jiwa, sebab senang mengolok dirinya sendiri.
"Sakit jiwa itu, sebab, orang yang senang
menjelek-jelekan dirinya sendiri itu kemungkinan memiliki kelainan jiwa," kata Yunahar, Rabu (14/12/2016).
Ia merasa, kondisi itu memang beriringan
dengan tingkah media-media di dunia saat ini, yang selalu beranggapan negatif
atas apa yang dituntut umat Islam. Bahkan, umat Islam yang tengah menuntut
sesuatu, tidak jarang malah dituduh sebagai gejala intoleransi.
Hal itu terlihat begitu kontras dengan kondisi
saat ada masjid yang dibakar atau terbakar. Pasalnya, kejadian itu tidak pernah
sama sekali disebut sebagai gejala intoleransi, sehingga tuduhan itu cuma
menyasar umat Islam. "Pasti yang dituduh umat Islam, tapi
ketika ada masjid dibakar, gak akan disebut-sebut itu intoleransi,"
ujar Yunahar.
Untuk itu, para dai harus memahami kalau
perpecahan umat sekarang itu tidak melulu masalah ‘fiqih atau hukum’.
Menurut Yunahar, masalah yang semakin tajam justru berasal dari fiqih
dakwah, yang belakangan kerap mendapat fitnahan.
Sumber : republika
“Bila kau tak tahan lelahnya belajar maka kau harus tahan
menanggung perihnya kebodohan” (Imam Syafi’i)
Salam buat isteri :
‘Siti Nurjanah’


