Rabu, 30 November 2016

✿ DPR : Kejagung Jangan Bermain Api soal Kasus Ahok.


Bareskrim Mabes Polri telah menyerahkan berkas perkara kasus dugaan penistaan agama Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Hari ini, Kejagung akan mengeluarkan sikapnya soal berkas perkara kasus ini.

✿ Prabowo : Ahok Sudah Membuat Suasana Panas.


Kasus penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, membuat suasana tegang pada bangsa ini, kata Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

✿ Ajaib! Saat Aksi 2 Des 2016 Nanti Arah Bayangan TUGU MONAS Akan Mengarah Ke Kiblat.


Setelah banyak peristiwa ajaib pada aksi 411 yang lalu, kini keajaiban tampaknya akan terjadi lagi pada ‘Aksi Super Damai 212’ yang akan di gelar pada tanggal 2 Des 2016 nanti.
Selasa, 29 November 2016

✿ Kivlan Zen Sebut Orang-orang Dibelakang Ahok.


Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen menyebutkan tokoh besar di balik kekuatan Ahok yang secara terang-terangan memberikan dukungan adalah para taipan. “Para taipan itu tokoh besar dibalik Ahok, yang buat pulau reklamasi kan itu dirancang untuk orang-orang China. Apartemen itu nanti aksesnya hanya untuk orang China daratan,” kata Kivlan kepada Islamic News Agency usai diskusi di Markas HMI, Jakarta, Senin (28/11/2016).

✿ Nasi Bungkus dan Air Mineral Tersedia Gratis Sepanjang Jalan untuk Peserta 212 dari Ciamis.


HATI siapa yang tidak akan bergetar melihat ribuan mujahid Ciamis yang kemarin sempat long march jalan kaki. Jika hatimu tak bergetar, maka berdukalah. Karena mungkin hatimu sedang sakit tertutup debu-debu duniawi.

✿ Kivlan Zen : Lancang Sekali Cina.


Mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen geram dengan aksi pengibaran bendera Cina di pabrik Smelter, di Maluku Utara.
Senin, 28 November 2016

✿ 143 BEM Siap Ikut Aksi Bela Islam III.


Presiden Pemuda Asia Afrika, Beny Pramula memastikan, bahwa sebanyak 143 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai wilayah di Indonesia telah siap mengirimkan perwakilannya untuk ikut Aksi Bela Islam jilid III pada 2 Desember mendatang.

✿ Betapa Malunya Umat Islam Jika Seorang Penista Agama Menang Pilkada.


Koordinator Nasional Komando Kawal Al Maidah (Kokam), Mashuri Masyhuda menyatakan bahwa persoalan penistaan surah Al-Maidah ayat 51 yang membelit Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) murni masalah aqidah umat Islam.
Minggu, 27 November 2016

✿ Bahasa Penguasa Saat Ini Mirip Rezim Orde Baru.


Direktur Pusat Politik dan Sosiologi (Puspol) Ubedillah Badhrun menegaskan rezim Jokowi-JK sangat berlebihan dalam merespon hak konstitusional warga negara untuk menuntut keadilan hukum dalam perkara dugaan penistaan agama Gubernur DKI Jakarta Non Aktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

✿ Indonesia Menjadi Negara Hukum Rimba, Ini Penjelasan Gde Pasek.


Anggota Komisi I DPD RI, Gede Pasek Suardika menilai Indonesia telah berubah dari negara hukum menjadi negara hukum rimba. Hal ini terjadi karena hukum bukan lagi hukum dalam arti sebenarnya tetapi berlaku hukum rimba yaitu siapa kuat yang menjadi pemenangnya.

✿ Pesan Menggetarkan Letjen (Purn) Johannes Suryo Prabowo Untuk Kalangan Non MUSLIM Dalam Kasus Ahok.


Buat temanku Non MUSLIM,
diseluruh Indonesia & Dunia

Saya cuma ingin menyampaikan, bahwa kasus #ahok ini kasus pidana. BUKAN kasus minoritas vs mayoritas. BUKAN juga kasus agama.
Sabtu, 26 November 2016

✿ Surat untuk Pak Kapolri Jenderal Tito dari Putri Sriwijaya, "Jangan Membaso Muko dengan Banyu Ludah"


Bismillahirohmanirohim

Assalamualaikum wr wb

Yang terhormat Bapak Tito Karnavian selaku Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesi ke 23.

✿ Ikut Aksi Bela Islam III, "Sewa Bus Dilarang, Kami ke Jakarta Konvoi Motor!"


Semangat umat Islam yang hendak berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi damai “Bela Islam Jilid III” terus menggelora di sejumlah daerah. Di Sidoarjo, Jawa Timur, misalnya, umat Islam ingin berangkat naik bus melalui jalur darat.

✿ Nasir Djamil : Kita Ingatkan Penegak Hukum, Jangan Halangi Air Bah, Nanti Bisa Hanyut Tenggelam!


Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, M Nasir Djamil, S.Ag, M.Si, mengingatkan para penegak hukum agar berhati-hati dalam menyikapi gelombang aksi masyarakat akhir-akhir ini yang menuntut keadilan terkait kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok. Hal itu disampaikan Nasir Djamil dalam acara diskusi publik bertajuk “Akankah Ahok Dipenjara?” di Sekretariat PB HMI, Pasar Rumput, Jakarta Selatan, pada Senin (21/11/2016).
Jumat, 25 November 2016

✿ Jika Polisi Bela dan Bebaskan Ahok, Din Syamsuddin Siap Pimpin Perlawanan.


Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin menyatakan siap memimpin perlawanan jika Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dinyatakan bebas.
“Pak Tito, kita bersahabat ya. Tapi kalau ini sampai lepas, saya akan memimpin perlawanan,” kata Din disela-sela pembukaan Rakornas II, di Ancol, Jakarta, Rabu (23/11/2016) malam.

✿ Lima Kemungkinan Terjadi Pada Demo 212.


Pada Demo 212 Wiro Sableng, apapun bisa terjadi. Sebab jurus yg dimainkan Presiden Jokowi, seperti dikemukakan Menhan Ryamizard Riyacudu, adalah adu domba. Jadi, rakyat yang sedang berbeda pendapat digiring ke sana. Itu fatalisme. Apapun bisa terjadi.

✿ Amien Rais : Pak Jokowi, NKRI Bisa Bubar!


Mantan Ketua PP Muhammadiyah Amien Rais meminta kepada Presiden Joko Widodo lebih mengedepankan kepentingan bangsa yang lebih besar terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok).

✿ Alasan GNPF-MUI Ingin Ahok Segera Ditahan : Buat Ngerem Mulutnya Bicara Kontroversial.


Tersangka yang dijerat pasal dengan ancaman hukuman pidana lima tahun atau lebih, seharusnya dilakukan penahanan. Termasuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yamg dijerat Pasal 156a KUHP, tentang penistaan atau penodaan agama. 

✿ "Ahok Tidak Ditahan Maka GNPF MUI Memutuskan Kesepakatan Seluruh Elemen Bela Islam Jilid III"


Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) akan kembali menggelar aksi bela Islam jilid III pada 2 Desember 2016 mendatang. Aksi tersebut adalah sebagai bentuk ketidakpuasan atas ditetapkannya Gubernur DKI non aktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai tersangka, namun tidak dilakukan penahanan.

✿ Makar, Maklumat Kapolri, Eh... Google!


Dulu, menjelang 10 November 1945, Jenderal Mallaby (komandan tentara Sekutu asal Inggris di Jawa Timur tewas dalam satu insiden. Mereka datang untuk melucuti tentara Jepang dan mengembalikan Indonesia di bawah penjajahan Belanda.

✿ Letjen TNI (Purn) Suryo Prabowo : Demo 212 adalah REAKSI DAMAI atas tidak ditahannya Ahok, BUKAN MAKAR.


Katanya .....
Siapa saja yg menodai agama dan lalu menimbulkan keresahan yang mangganggu ketertiban umum, maka dia bisa dihukum.
Kamis, 17 November 2016

✿ Pakar Hukum Tatanegara : Ahok Harusnya Ditahan.


Keputusan ataupun penetapan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok sebagai tersangka kasus penistaan agama dinilai belum adil. Pakar hukum tatanegara, Asep Warlan Yusuf menyayangkan status tersangka tidak diikuti dengan tindakan penahanan terhadap Ahok.

✿ Kami Orang-Orang Tertuduh Separatis, Pemecah NKRI.


Oleh : Ferdinand Hutahaean
RUMAH AMANAH RAKYAT

Jakarta, 17 Nopember 2016 — Jika masih ada demo setelah penetapan Ahok sebagai tersangka, maka mereka adalah pemecah belah NKRI, separatis. Begitulah stigma dan cap yang dilekatkan oleh penguasa saat ini kepada siapapun yang masih ingin demo atas penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang kini mendapat gelar tambahan sebagai tersangka.

✿ Ahok Tersangka, Tanggapan Panglima TNI Bikin Umat Islam Makin Jatuh Hati.


Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menilai keputusan Kapolri menetapkan Ahok sebagai tersangka penistaan agama sesuai dengan aspirasi Demo 4 November 2016 yang merupakan aksi anak bangsa. 

✿ Bangga Sebagai Penista Agama, Ahok tak Pantas Sebut Dirinya Seperti Nelson Mandela.


Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) AM Fatwa melayangkan surat terbuka terhadap Ahok atas respon status penistaan agama. Menurut AM Fatwa dari dari sudut pandang manapun menjadi tersangka penodaan agama tidak pantas dibanggakan oleh seorang Ahok.

✿ Tak Pantas, Tersangka Penista Agama Islam Ikut Pilkada DKI




Politisi Muda Partai Golkar,‎ Ahmad Doli Kurnia‎ menyebut, dengan disematkannya status tersangka kepada Basuki Thajaha Purnama (Ahok), calon petahana gubernur DKI 2017 diminta mundur dari pencalonan.

✿ Ormas Islam Tetap Inginkan Kasus Ahok Selesai seperti Kasus Penistaan Lainnya.


Pernyataan Bersama dari seluruh eleman atau ormas Islam dengan nama Silaturahmi Ormas/Lembaga Islam yang bertempat di Pimpinan Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta menghasilkan beberapa butir tanggapan soal penistaan agama oleh Basuki T. Purnama alias Ahok atas status hukumnya. Pernyataan pertama ialah bahwa elemen atau ormas Islam menyambut baik atas ditetapkannya Ahok sebagai tersangka oleh Mabes Polri.
 

✿ Kecewa Tersangka Ahok tak Ditahan, Netizen Suarakan #PenjarakanAhok


Sebagian masyarakat menyambut positif ditetapkannya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai tersangka kasus penistaan agama di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (16/11/2016) pagi. Namun, banyak pula kalangan publik yang merasa kecewa karena mesti tersangka, Ahok tidak ditahan oleh kepolisian.
Rabu, 16 November 2016

✿ Ahok Terancam Enam Tahun Penjara.


Badan Reserse Kriminal Polri telah menetapkan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama terhadap Surat Al Maidah ayat 51 pada saat kunjungan kerja ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

✿ Resmi!! Ahok Di Tetapkan Sebagai 'Tersangka' Penistaan Agama!!


Hari ini hasil gelar perkara kasus dugaan penistaan agama oleh terlapor Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Secara resmi Bareskrim Polri telah menetapkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai ‘tersangka’ kasus penistaan agama dan melanjutkan proses hukum kasus tersebut ke tingkat penyidikan.

✿ Gelar Perkara : Kita Menang Telak, Kubu Ahok Kocar-kacir.


Jumlah total saksi ahli ada 39 orang. Terdiri dari ahli agama, pidana, IT dan bahasa. Lama gelar perkara dari jam 9 pagi sampe Magrib.

✿ Inilah Status Facebook yang Menampar Telak Kapolri Tito Karnavian.


Sebuah status Facebook yang ditulis 12 November 2016 oleh Fam Almunawwar Dila mengungkap fakta mengejutan tentang hubungan dekat keluarga besar Kapolri Tito Karnavian dengan Front Pembela islam (FPI) dan para Ulama.
Selasa, 15 November 2016

✿ Ternyata Terungkap Begini Megawati Akan Loloskan Ahok dari Jerat Hukum Meski Tersangka.


Jika Ahok tak ditetapkan jadi tersangka alias tidak terbukti melakukan tindak penistaan agama maka Ahok akan tetap selamat dari jeratan hukum berikutnya. Namun jikapun tersangka, maka Ahok akan lolos lewat upaya pra peradilan sebagaimana Kasus Budi Gunawan saat berhadapan dengan KPK.

✿ Arswendo Saja Tidak Sengaja Menghina Nabi Muhammad Dihukum 4 Tahun, Apalagi Yang Ini.


Berdasarkan yurisprudensi, kasus video Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Kepulauan Seribu dinilai sudah dapat disebut sebagai tindakan penistaan agama. Dalam ilmu hukum, yurisprudensi adalah keputusan-keputusan dari hakim terdahulu untuk menghadapi suatu perkara yang tidak diatur di dalam UU.

✿ Syahganda : Perang Dua Kekuatan Besar Sedang Terjadi di Tanah Air.


Apa yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia menunjukkan sedang ada gejolak atau gesekan dari kelompok-kelompok tertentu. Kasus dugaan penistaan agama yang membelit Basuki Tjahaja Purnama adalah hilirisasi konflik dari kekuatan besar bangsa, dan menjadi perang peradaban.

✿ Din Syamsuddin : Ahok Merusak Kerukunan Umat Beragama di Indonesia.


Pernyataan Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki T. Purnama, dalam sebuah pertemuan di Kabupaten Kepulauan Seribu pada Selasa, 27 September 2016 lalu merusak keharmonisan dan kerukunan umat bergama di Indonesia. Karena selain memasuki wilayah keyakinan pemeluk agama lain, memberikan penilaian terhadap pemahaman agama lain, dan lebih paranya lagi Ahok memakai kata yang bersifat pejoratif mengandung kebencian.
Senin, 14 November 2016

✿ Denny J.A.Ph.D : Ahok Tersangka, Tidak, Tersangka, Tidak?


RAKYAT Jakarta, juga wilayah lain di Indonesia, sampai tanggal 18 November 2016 nanti seperti dalam tradisi di banyak daerah : menghitung bunyi tokek. Ketika tokek berbunyi, kita menduga Ahok tersangka. Bunyi tokek berikutnya, kita menduga Ahok tidak tersangka alias bebas. Bunyi tokek setelah itu : Ahok tersangka. Dan seterusnya sampai tokek berhenti berbunyi.

✿ Drs H Ilyas Mustafa : Ahok Telah Membangunkan Harimau Tidur.


Selama ini, umat Islam sangat toleran terhadap non-Muslim dan mampu hidup berdampingan, saling membantu dalam aktipitas sosial, saling menghargai, serta menghormati. Hal ini terjadi karena adanya semangat persaudaraan di antara umat Muslim dengan masyarakat lain yang berbeda paham.

✿ Zeng Wei Jian : Jokowi Terus Lindungi Ahok, NKRI Bisa Berubah Jadi Negara Jokowi


NKRI mestinya jadi negara hukum (rule of law). Namun, Jokowi-Ahok menghantar negeri ini ke posisi "state of blurry". Kepastian dan penegakan hukum berimplikasi pada economic development. Ekonom FA. Hayek menganalisa praktek Rule of Law (Etat de droit) bermanfaat bagi sistem free-market. China dan Vietnam diharuskan menjadi negara rule of law seiring proses transisi free-market economy.

✿ Seruan Jihad Cyber, Lawan Hantu-hantu Cyber Ahok!


By : Zeng Wei Jian - Ada hantu berkeliaran di sosial-media. Jumlahnya puluhan ribu akun bodong. Tugas mereka mencaci-maki, membunuh karakter, nyepin, ngibul dan menyebar hoax. Mereka adalah tentara cyber Ahok.

✿ Masya Allah! Mengharukan, Surat Terbuka Seorang Kristen untuk Habib Rizieq.


Salam habib, saya seorang kristen, dulu saya begitu membenci segala kegiatan FPI tapi sekarang tidak! Saya melihat kebenaran itu dan apa yang diperjuangkan umat islam saat ini.

Saya melihat bangsa yang besar ini hanya bisa diselamatkan oleh kekuatan islam dan tidak ada yang lain dari itu.

Doaku mengiringi perjuangan habib dan seluruh umat islam indonesia, semoga habib diberi kekuatan,kesehatan dan umur yang panjang. Dan harapan saya semoga habib bisa menerima pertemenan saya dan tidak melihat agama saya. Wassalam.

✿ Kasus Ahok, KH. Hasyim Muzadi : Semakin Tertunda, Emosi Umat Semakin Meningkat.


Mantan Ketua Umum PBNU menyarankan, Presiden Joko Widodo mengutus ulama yang betul-betul berhati ulama untuk berkomunikasi dengan kelompok-kelompok yang kini terus mendesak penegakan hukum atas kasus penistaan agama sehingga lebih diterima.
Minggu, 13 November 2016

✿ Margarito : Dukung Ahok, Sama Saja Parpol Mengamini Penistaan Agama, Ini Melanggar Pancasila & UUD.


Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis mengatakan, masyarakat bisa mengadukan para partai politik yang mengusung Ahok ke pengadilan. Alasanya, parpol tersebut telah melanggar Pancasila dan UUD terkait persatuan dan kesatuan  bangsa dan juga karena telah melanggar AD/ART mereka sendiri.

✿ Masya Allah... Ternyata Kasus Ahok Sudah Dikabarkan Allah dengan Sangat Jelas dalam Ayat Ini.


Dalam rilis resmi setelah Aksi Damai 411 di Jakarta Jum'at lalu (4/11/16), Dewan Pertimbangan Majlis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan 6 rekomendasi untuk memperjelas Fatwa MUI dan sikap resmi terkait aksi damai yang berujung ricuh karena ulah provokator.

✿ Dikawal Ratusan Polisi, DPR : Itu Instruksi Siapa? Dananya dari Mana? Memang Ahok Itu Siapa?


Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra, Muhammad Syafi'i mempersoalkan sikap Kepolisian yang menerjukan 300 personel untuk mengamankan lokasi yang didatangi calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yakni di kawasan Kedoya Utara, Jakarta Barat.

✿ MENGERIKAN! Menurut Heppy Trenggono, Inikah Dampaknya Jika Ahok Sampai Dipenjara?!


Kasus penistaan Al-Quran dan Ulama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama masih berlarut. Kenapa kasus yang sederhana dan sudah banyak yurisprudensinya banyak pula yang sudah dibui atas kasus penistaan agama, kenapa jadi rumit?

✿ Ahli Linguistik Forensik Paparkan Beberapa Unsur BUKTI Ucapan Ahok Sebagai Penistaan atas Al-Qur’an.


Doktor bidang Linguistik Forensik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Andika Dutha Bachari menegaskan, ucapan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok soal Al-Maidah 51 merupakan suatu penistaan. Andika menjelaskan, ada beberapa unsur yang membuat ungkapan Ahok merupakan penistaan.

✿ Dewan Pertimbangan MUI Keluarkan Enam Rekomendasi Terkait Kasus Ahok.


Jakarta - Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) mengeluarkan enam rekomendasi pasca Aksi Bela Islam 4 November 2016. Rekomendasi yang telah disepakati oleh 99 perwakilan ulama ini diberi nama Tausiah Kebangsaan.

✿ Syafii Maarif Bertobatlah dan Jangan Terus Bela Pemimpin Kafir!


Melihat sikap Syafii Maarif membela Ahok, saya tidak heran. Kalau kita buka file-file lama di Google, akan berserakan data-data bagaimana Syafii puja puji Ahok.

Dan melihat Syafii menghantam FPI (dan MUI) juga jangan heran. Syafii telah lama benci dan dongkol kepada Habib Rizieq Syihab. Ia, dalam catatan saya, tokoh yang pertama yang menyebut Habib dengan preman berjubah.

Kenapa demikian? Karena Syafii tidak pernah mencoba cross check kepada Habib Rizieq. Syafii lebih nyaman makan-makan dengan Ahok dibanding mencoba mendatangi Habib untuk mengklarifikasi apa sebenarnya yang diingini FPI.

Dan lebih ‘mengerikan’ lagi adalah ide Syafii tentang pluralisme Agama. Dalam Resonansi di Republika, Syafii pernah menulis (intinya) bahwa jalan keselamatan tidak hanya Islam, tapi juga agama-agama lain. Maka jangan heran, karena akidah Syafii seperti itu, maka kini ia bela mati-matian Ahok.

Lelaki yang pernah kuliah di Amerika ini lebih gawat lagi ketika membuat Maarif Institute. Dengan ideologi dasar pluralisme agama, maka Maarif mengeluarkan buku Fiqih Kebinekaan, yang nampaknya dipersembahkan untuk Ahok atau pemimpin-pemimpin non Islam di negeri ini. Jangan heran bila ‘lembaga Amerika’ kabarnya membantu dana besar untuk lembaga ini.

Lihatlah bagaimana ‘kerusakan ideologi Maarif Institute’ ketika membuat survei dan kemudian menempatkan Bali sebagai kota yang paling Islami di Indonesia. Maarif tidak melihat bahwa Bali pusat narkoba, pusat pergaulan bebas/perzinahan dan pusat kemaksiyatan lainnya. Bagaimana dikatakan paling Islami?

Dan yang menyedihkan bagi saya, adalah ketika Syafii puja-puji kepada Sahetapy ahli hukum (non Muslim). Syafii yang ahli sejarah, seperti lupa sejarah bahwa Sahetapy itu sangat keras permusuhannya kepada ‘hukum Islam’. Terutama Piagam Jakarta.

Seorang profesor sahabat Amien Rais, bertutur bahwa Amien Rais menyayangkan sikap sahabatnya yang sudah tua itu. Apa sebenarnya yang dicari oleh Syafii?

Syafii, Saatnya Bertobat

Lelaki kelahiran Sumatera 81 tahun ini, memang punya pergaulan yang luas dengan non Muslim. Mungkin karena pengalamannya bersahabat dengan ‘intelektual-intelektual’ non Muslim di Amerika-Indonesia, menjadikan Syafii lembek terhadap non Muslim dan akidahnya tidak kokoh.

Untuk menghilangkan kesombongan ilmiah, saya anjurkan Syafii membaca buku-buku Prof Mustafa Azami,  Prof Ismail Faruqi dan lain-lain. Apakah Syafii tidak bisa mengambil pelajaran terhadap pembunuhan (non Muslim) yang mengerikan kepada Ismail Faruqi dan Istrinya yang disayat-sayat dadanya? Amerika bukan negeri perang lho. Menurut saya ini lebih sadis dari yang dilakukan ISIS terhadap musuh-musuhnya di Irak. Apakah Syafii tidak terketuk hatinya, bagaimana pemerintah Amerika non Muslim menghancurkan negara Irak (2003) yang mengakibatkan jutaan manusia kini melayang dan mengakibatkan krisis di negara itu berkelanjutan.

Syafii, seorang Muslim itu pertama kali disuruh Allah dengan ukhuwah Islamiyah, bukan ukhuwah insaniyah, ukhuwah wathaniyah atau yang lainnya. Kenapa? Karena para Nabi, orang-orang terhebat dalam sejarah, itu membawa Islam. Kenapa Nabi Muhammad saw mati-matian selama hidupnya membela Islam, bahkan dengan peperangan? Karena Nabi Muhammad saw membawa risalah yang mulia dan penyeru perdamaian sejati manusia, meski jalannya kadang dengan peperangan.

Syafii, hayati sejarah Rasulullah saw dan masukkan dalam hati kenapa Alquran menyatakan : “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah tegas terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS Al Fath 29)

Syafii, tentu tahu bahwa di dunia ini yang terjadi adalah ‘pertarungan’ perebutan kepemimpinan. Tidak terkecuali di Indonesia. Bila kita terus menerus mendekati dan membela orang atau pemimpin kafir, maka tidak akan tumbuh kepemimpinan Muslim. Karena itu, Al Qur’an jelas menyatakan : “Orang-orang beriman, mereka berperang di jalan Allah, dan orang-orang kafir berperang di jalan thaghut. Maka perangilah wali-wali syetan itu, karena sesungguhnya tipu daya syetan itu lemah.” (QS an Nissa’ 76).

Pak Syafii, ketika kita semakin tua, mestinya kita semakin bijak dan semakin mendekat kepada masjid dan kaum Muslimin. Pak Syafii tentu faham bagaimana Rasulullah saw dengan sangat serius hari-hari hidupnya digunakan untuk berdakwah, berjihad dan mengajak orang-orang non Muslim untuk masuk Islam. Jadi pergaulan kita kepada non Muslim bukan untuk memuji-muji atau ikut berjuang bersama mereka. Tapi tidak lain untuk mengajak mereka masuk Islam dan menikmati nikmatnya Islam (Al Qur’an,  Sunnah Rasulullah saw dan ijtihad ulama’ yang shalih).

Pak Syafii, kadangkala kita perlu berendah hati mendengar pernyataan orang lain, bahkan orang yang kita musuhi. Ini tidak mudah. Karena biasanya kalau kita sudah merasa berilmu, professor, kita tidak mau mendengar ora ang yang bergelar S1. Apalagi S1 di dalam negeri. Penyakit kesombongan intelektual inilah yang harus kita hapus dalam diri kita. Bukankah Sayidina Ali menyatakan : “Lihatlah apa yang dikatakan, jangan siapa yang mengatakan.”

Saya tahu ini tidak mudah. Kadang ‘sifat Firaun’ ini ada pada diri kita. Merasa kita yang paling hebat dan terbaik. Padahal di sana banyak juga orang-orang yang lebih hebat dan baik dari kita. Ingatlah firman Allah : “Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia:"Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah". Akan tetapi (dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.” (QS Ali Imran 79).

Pak Syafii, kita masing-masing diberi Allah kelebihan dan kekurangan. Sepanjang hidup kita selain kita gunakan dakwah dan memperjuangan Islam, juga kita gunakan untuk memperbaiki diri. “Hisablah dirimu, sebelum dihisab Allah SWT.” I’tibar kisah Nabi Musa dan Nabi Khidhir perlu kita ambil. Yaitu ketika Nabi Musa merasa sudah pintar, Allah mendatangkan Nabi Khidhir yang ilmunya tentang masa depan jauh lebih hebat dari Nabi Musa.

Pak Syafii, meski saya pernah menjadi wartawan Majalah Tabligh Muhammadiyah, saya belum kenal secara dekat Pak Syafii. Saya hanya kenal Bapak lewat tulisan-tulisan saja. Bahkan ketika saya mahasiswa IPB, Alhamdulillah kebetulan saya sudah membaca sebagian buku Bapak. Yaitu ketika saya menulis resensi buku “Teori-Teori Politik Islam”, penerbit Mizan menghadiahi saya buku bapak bersampul hijau tentang masalah Keislaman dan Keindonesiaan.

Semoga kritik saya kepada Bapak dapat diterima dengan lapang dada. Karena saya yang masih muda, tentu pengalamannya tidak sebanyak Bapak. Tapi insya Allah yang saya sampaikan benar. Mudah-mudahan Allah selalu memberikan kita petunjuk dalam kehidupan yang ‘penuh materialistis’ sekarang ini. *Wallaahu aliimun hakim. 

Nuim Hidayat
Wartawan, Penulis Buku, tinggal di Depok.

Sumber : suara-islam.com

Ya Allah... semoga yang membaca artikel ini :
¤ Muliakanlah orangnya… Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan... Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya… Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah… Yang laki2 entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid… Bahagiakanlah keluarganya… Luaskan rezekinya seluas lautan… Mudahkan segala urusannya… Kabulkan cita-citanya… Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji… Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar. Aamiin ya Rabbal'alamin.


“Bila kau tak tahan lelahnya belajar maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” (Imam Syafi’i)

✿ Ahli Pidana Prof. DR. Muzakir Tegaskan Ucapan Ahok Menodai Agama Islam.


Prof. DR. Muzakir menegaskan ucapan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) soal Surat Al Maidah ayat 51 diketegorikan sebagai penodaan agama.

“‎Sebelum ke sini saya sudah melakukan kajian. Dan saya sudah sampaikan statement di media. Menurut analisis saya, pernyataan yang bersangkutan (Ahok) termasuk penodaan agama,” kata Pakar hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia Yogyakarta ini kepada para wartawan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis (3/11/ 2016), dikutip dari TvOne oleh Arrahmah.com.

Kedatangan Muzakir ke Bareskrim Mabes Polri karena dia salah satu saksi ahli yang diajukan Front Pembela Islam (FPI), ormas Islam yang melaporkan Ahok dalam kasus dugaan penistaan ayat suci.

Muzakir memberikan pendapatnya sebagai ahli hukum pidana tentang ucapan Ahok kepada Mabes Polri. Ketua Bantuan Hukum FPI Sugito Atmo Pawiro mengatakan‎ pihaknya akan mengajukan tiga ahli dalam kasus ini. Ahli pertama adalah ahli pidana, yakni Muzakir. Ahli kedua adalah ahli agama, yakni Habib Rizieq Shihab. Dan terakhir ahli bahasa.

Sugito mengatakan pihaknya belum menemukan ahli bahasa. Menurutnya, ada dua ahli bahasa yang ingin dihadirkan, yakni dari Universitas Indonesia atau Universitas Gajah Mada. “Ahli bahasa kemungkinan minggu depan‎ (dimintai keterangannya),” kata Sugito.
Ahok diduga kuat melakukan penistaan agama Islam dengan ucapannya di Kepulauan Seribu pada 27 September. Saat itu, dalam pidatonya kepada warga setempat, Ahok menyinggung soal Surat Al Maidah ayat 51.

“Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu enggak bisa pilih saya. Dibohongin pakai Surat Al Maidah 51, macam-macam itu.” ucap Ahok.

Ucapan Ahok menyedot perhatian publik setelah cuplikan rekaman video tersebut beredar di internet. Seluruh umat Islam Nusantara bahkan internasional menganggap Ahok telah menghina Al Quran, Ulama, para jru dakwah Islam dan umat Islam. Hal ini dibuktikan dengan “Fatwa” MUI Pusat yang meminta aparat hukum menindak tegas penista Al Quran seperti Ahok.

Sumber : pekanews.com

Ya Allah... semoga yang membaca artikel ini :
¤ Muliakanlah orangnya… Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan... Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya… Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah… Yang laki2 entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid… Bahagiakanlah keluarganya… Luaskan rezekinya seluas lautan… Mudahkan segala urusannya… Kabulkan cita-citanya… Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji… Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar. Aamiin ya Rabbal'alamin.


“Bila kau tak tahan lelahnya belajar maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” (Imam Syafi’i)
 
;