Bareskrim
Mabes Polri telah menyerahkan berkas perkara kasus dugaan penistaan agama
Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke Kejaksaan Agung
(Kejagung). Hari ini, Kejagung akan mengeluarkan sikapnya soal berkas perkara
kasus ini.
Rabu, 30 November 2016
❤ Kasus Ahok,
❤ Kejaksaan Agung,
❤ Penistaan Agama,
❤ Sodik Mudjahid
✿ DPR : Kejagung Jangan Bermain Api soal Kasus Ahok.
❤ Kasus Ahok,
❤ Kompas TV,
❤ Penistaan Agama,
❤ Prabowo Subiyanto
✿ Prabowo : Ahok Sudah Membuat Suasana Panas.
Kasus
penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok,
membuat suasana tegang pada bangsa ini, kata Ketua Umum Partai Gerindra,
Prabowo Subianto.
❤ Aksi Damai 212,
❤ Kiblat,
❤ Lapangan Monas
✿ Ajaib! Saat Aksi 2 Des 2016 Nanti Arah Bayangan TUGU MONAS Akan Mengarah Ke Kiblat.
Setelah
banyak peristiwa ajaib pada aksi 411 yang lalu, kini keajaiban tampaknya akan
terjadi lagi pada ‘Aksi Super Damai 212’ yang akan di gelar pada tanggal 2 Des
2016 nanti.
Selasa, 29 November 2016
❤ Ahok,
❤ Cina,
❤ Grup Astra,
❤ James Riyadi,
❤ Kivlan Zen,
❤ Podomoro,
❤ Tommy Winata
✿ Kivlan Zen Sebut Orang-orang Dibelakang Ahok.
Mayjen
TNI (Purn) Kivlan Zen menyebutkan tokoh besar di balik kekuatan Ahok yang
secara terang-terangan memberikan dukungan adalah para taipan. “Para
taipan itu tokoh besar dibalik Ahok, yang buat pulau reklamasi kan itu
dirancang untuk orang-orang China. Apartemen itu nanti aksesnya hanya untuk
orang China daratan,” kata Kivlan kepada Islamic
News Agency usai
diskusi di Markas HMI, Jakarta, Senin (28/11/2016).
❤ Air Mineral,
❤ Aksi Damai 212,
❤ Ciamis,
❤ Nasi Bungkus
✿ Nasi Bungkus dan Air Mineral Tersedia Gratis Sepanjang Jalan untuk Peserta 212 dari Ciamis.
HATI
siapa yang tidak akan bergetar melihat ribuan mujahid Ciamis yang kemarin
sempat long march jalan kaki. Jika hatimu tak bergetar, maka berdukalah. Karena
mungkin hatimu sedang sakit tertutup debu-debu duniawi.
Senin, 28 November 2016
❤ Aksi Bela Islam,
❤ BEM,
❤ Beny Pramula,
❤ NKRI
✿ 143 BEM Siap Ikut Aksi Bela Islam III.
Presiden Pemuda Asia Afrika, Beny
Pramula memastikan, bahwa sebanyak 143 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
dari berbagai wilayah di Indonesia telah siap mengirimkan perwakilannya untuk
ikut Aksi Bela Islam jilid III pada 2 Desember mendatang.
❤ Mashuri Masyhuda,
❤ Penistaan Agama,
❤ Umat Islam
✿ Betapa Malunya Umat Islam Jika Seorang Penista Agama Menang Pilkada.
Koordinator
Nasional Komando Kawal Al Maidah (Kokam), Mashuri Masyhuda menyatakan bahwa
persoalan penistaan surah Al-Maidah ayat 51 yang membelit Basuki Tjahaja
Purnama (Ahok) murni masalah aqidah umat Islam.
Minggu, 27 November 2016
❤ Kasus Ahok,
❤ Makar,
❤ Penistaan Agama,
❤ Ubedillah Badhrun
✿ Bahasa Penguasa Saat Ini Mirip Rezim Orde Baru.
Direktur
Pusat Politik dan Sosiologi (Puspol) Ubedillah Badhrun menegaskan rezim
Jokowi-JK sangat berlebihan dalam merespon hak konstitusional warga negara
untuk menuntut keadilan hukum dalam perkara dugaan penistaan agama Gubernur DKI
Jakarta Non Aktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
❤ Gede Pasek Suardika,
❤ Hukum Rimba,
❤ Negara Hukum
✿ Indonesia Menjadi Negara Hukum Rimba, Ini Penjelasan Gde Pasek.
Anggota
Komisi I DPD RI, Gede Pasek Suardika menilai Indonesia telah berubah dari
negara hukum menjadi negara hukum rimba. Hal ini terjadi karena hukum bukan
lagi hukum dalam arti sebenarnya tetapi berlaku hukum rimba yaitu siapa
kuat yang menjadi pemenangnya.
❤ Kasus Ahok,
❤ Penistaan Agama,
❤ Suryo Prabowo
✿ Pesan Menggetarkan Letjen (Purn) Johannes Suryo Prabowo Untuk Kalangan Non MUSLIM Dalam Kasus Ahok.
Buat temanku Non
MUSLIM,
diseluruh Indonesia & Dunia
Saya cuma ingin menyampaikan, bahwa kasus #ahok ini kasus pidana. BUKAN kasus minoritas vs mayoritas. BUKAN juga kasus agama.
diseluruh Indonesia & Dunia
Saya cuma ingin menyampaikan, bahwa kasus #ahok ini kasus pidana. BUKAN kasus minoritas vs mayoritas. BUKAN juga kasus agama.
Sabtu, 26 November 2016
❤ Habibah Juniarti Iskandar,
❤ Kapolri,
❤ Surat Terbuka
✿ Surat untuk Pak Kapolri Jenderal Tito dari Putri Sriwijaya, "Jangan Membaso Muko dengan Banyu Ludah"
Bismillahirohmanirohim
Assalamualaikum
wr wb
Yang
terhormat Bapak Tito Karnavian
selaku Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesi ke 23.
❤ Aksi Bela Islam,
❤ Konvoi Motor,
❤ Penistaan Agama
✿ Ikut Aksi Bela Islam III, "Sewa Bus Dilarang, Kami ke Jakarta Konvoi Motor!"
Semangat
umat Islam yang hendak berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi damai “Bela Islam Jilid III” terus menggelora
di sejumlah daerah. Di Sidoarjo, Jawa Timur, misalnya, umat Islam ingin
berangkat naik bus melalui jalur darat.
❤ Aksi Bela Islam,
❤ Nasir Djamil,
❤ Penistaan Agama
✿ Nasir Djamil : Kita Ingatkan Penegak Hukum, Jangan Halangi Air Bah, Nanti Bisa Hanyut Tenggelam!
Anggota
Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, M Nasir Djamil, S.Ag, M.Si, mengingatkan
para penegak hukum agar berhati-hati dalam menyikapi gelombang aksi masyarakat
akhir-akhir ini yang menuntut keadilan terkait kasus penistaan agama yang
dilakukan Ahok. Hal itu disampaikan Nasir Djamil dalam acara diskusi publik
bertajuk “Akankah Ahok Dipenjara?” di Sekretariat PB HMI, Pasar Rumput,
Jakarta Selatan, pada Senin (21/11/2016).
Jumat, 25 November 2016
❤ Din Syamsuddin,
❤ Kapolri,
❤ Kasus Ahok,
❤ Penistaan Agama
✿ Jika Polisi Bela dan Bebaskan Ahok, Din Syamsuddin Siap Pimpin Perlawanan.
Ketua
Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin menyatakan siap
memimpin perlawanan jika Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dinyatakan bebas.
“Pak
Tito, kita bersahabat ya. Tapi kalau ini sampai lepas, saya akan memimpin
perlawanan,” kata Din disela-sela pembukaan Rakornas II, di Ancol, Jakarta,
Rabu (23/11/2016) malam.
❤ Aksi Damai 212,
❤ Djoko Edhi S Abdurrahman,
❤ Panglima TNI
✿ Lima Kemungkinan Terjadi Pada Demo 212.
Pada
Demo 212 Wiro Sableng, apapun bisa terjadi. Sebab jurus yg dimainkan Presiden
Jokowi, seperti dikemukakan Menhan Ryamizard Riyacudu, adalah adu domba. Jadi,
rakyat yang sedang berbeda pendapat digiring ke sana. Itu fatalisme. Apapun bisa
terjadi.
❤ GNPF,
❤ Kasus Ahok,
❤ Penistaan Agama
✿ Alasan GNPF-MUI Ingin Ahok Segera Ditahan : Buat Ngerem Mulutnya Bicara Kontroversial.
Tersangka yang dijerat pasal dengan ancaman hukuman pidana lima
tahun atau lebih, seharusnya dilakukan penahanan. Termasuk Basuki Tjahaja
Purnama (Ahok) yamg dijerat Pasal 156a KUHP, tentang penistaan atau penodaan
agama.
❤ GNPF,
❤ Kasus Ahok,
❤ Penistaan Agama
✿ "Ahok Tidak Ditahan Maka GNPF MUI Memutuskan Kesepakatan Seluruh Elemen Bela Islam Jilid III"
Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama
Indonesia (GNPF MUI) akan kembali menggelar aksi bela Islam jilid III pada 2
Desember 2016 mendatang. Aksi tersebut adalah sebagai bentuk ketidakpuasan atas
ditetapkannya Gubernur DKI non aktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai
tersangka, namun tidak dilakukan penahanan.
❤ Aksi Damai 212,
❤ Makar,
❤ Suryo Prabowo
✿ Letjen TNI (Purn) Suryo Prabowo : Demo 212 adalah REAKSI DAMAI atas tidak ditahannya Ahok, BUKAN MAKAR.
Katanya .....
Siapa saja yg menodai agama dan lalu menimbulkan keresahan yang mangganggu ketertiban umum, maka dia bisa dihukum.
Siapa saja yg menodai agama dan lalu menimbulkan keresahan yang mangganggu ketertiban umum, maka dia bisa dihukum.
Kamis, 17 November 2016
❤ Asep Warlan yusuf,
❤ Kasus Ahok,
❤ Pakar Hukum Tatanegara
✿ Pakar Hukum Tatanegara : Ahok Harusnya Ditahan.
Keputusan
ataupun penetapan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok sebagai tersangka kasus
penistaan agama dinilai belum adil. Pakar hukum tatanegara, Asep
Warlan Yusuf menyayangkan status tersangka tidak diikuti dengan
tindakan penahanan terhadap Ahok.
❤ Ferdinand Hutahaean,
❤ NKRI,
❤ Rumah Amanah Rakyat
✿ Kami Orang-Orang Tertuduh Separatis, Pemecah NKRI.
Oleh : Ferdinand Hutahaean
RUMAH AMANAH RAKYAT
RUMAH AMANAH RAKYAT
Jakarta, 17 Nopember 2016 — Jika masih ada demo setelah penetapan Ahok sebagai tersangka, maka mereka adalah pemecah belah NKRI, separatis. Begitulah stigma dan cap yang dilekatkan oleh penguasa saat ini kepada siapapun yang masih ingin demo atas penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang kini mendapat gelar tambahan sebagai tersangka.
❤ Ancaman Asing,
❤ Gatot Nurmantyo,
❤ Jenderal,
❤ Panglima TNI
✿ Ahok Tersangka, Tanggapan Panglima TNI Bikin Umat Islam Makin Jatuh Hati.
Panglima
TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menilai keputusan Kapolri
menetapkan Ahok sebagai tersangka penistaan agama sesuai dengan aspirasi Demo 4
November 2016 yang merupakan aksi anak bangsa.
❤ Ahok Tersangka,
❤ AM Fatwa,
❤ DPD,
❤ Kasus Ahok,
❤ Penistaan Agama
✿ Bangga Sebagai Penista Agama, Ahok tak Pantas Sebut Dirinya Seperti Nelson Mandela.
Anggota
Dewan Perwakilan Daerah (DPD) AM Fatwa melayangkan surat terbuka
terhadap Ahok atas respon status penistaan agama. Menurut AM Fatwa dari dari
sudut pandang manapun menjadi tersangka penodaan agama tidak pantas dibanggakan
oleh seorang Ahok.
❤ Ahmad Doli Kurnia,
❤ Ahok Tersangka,
❤ Penistaan Agama,
❤ Pilkada DKI
✿ Tak Pantas, Tersangka Penista Agama Islam Ikut Pilkada DKI
Politisi
Muda Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia menyebut, dengan disematkannya status
tersangka kepada Basuki Thajaha Purnama (Ahok), calon petahana gubernur DKI
2017 diminta mundur dari pencalonan.
❤ Din Syamsuddin,
❤ Kasus Ahok,
❤ Penistaan Agama
✿ Ormas Islam Tetap Inginkan Kasus Ahok Selesai seperti Kasus Penistaan Lainnya.
Pernyataan Bersama dari seluruh eleman atau
ormas Islam dengan nama Silaturahmi Ormas/Lembaga Islam yang bertempat di
Pimpinan Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta menghasilkan beberapa butir
tanggapan soal penistaan agama oleh Basuki T. Purnama alias Ahok atas status
hukumnya. Pernyataan pertama ialah bahwa elemen atau ormas Islam menyambut baik
atas ditetapkannya Ahok sebagai tersangka oleh Mabes Polri.
❤ Ahok Tersangka,
❤ Kasus Ahok,
❤ PenjarakanAhok,
❤ Suara Netizen
✿ Kecewa Tersangka Ahok tak Ditahan, Netizen Suarakan #PenjarakanAhok
Sebagian
masyarakat menyambut positif ditetapkannya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
sebagai tersangka kasus penistaan agama di Mabes Polri, Jakarta, Rabu
(16/11/2016) pagi. Namun, banyak pula kalangan publik yang merasa kecewa karena
mesti tersangka, Ahok tidak ditahan oleh kepolisian.
Rabu, 16 November 2016
❤ Kabareskrim,
❤ Kasus Ahok,
❤ KUHP,
❤ Penjara
✿ Ahok Terancam Enam Tahun Penjara.
Badan
Reserse Kriminal Polri telah menetapkan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki
Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama
terhadap Surat Al Maidah ayat 51 pada saat kunjungan kerja ke Pulau Pramuka,
Kepulauan Seribu.
❤ Ahok Tersangka,
❤ Kabareskrim,
❤ Kasus Ahok
✿ Resmi!! Ahok Di Tetapkan Sebagai 'Tersangka' Penistaan Agama!!
Hari
ini hasil gelar perkara kasus dugaan penistaan agama oleh terlapor Basuki
Tjahaja Purnama (Ahok). Secara
resmi Bareskrim Polri telah menetapkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
sebagai ‘tersangka’ kasus penistaan agama dan melanjutkan proses
hukum kasus tersebut ke tingkat penyidikan.
❤ Gelar Perkara,
❤ Kasus Arswendo,
❤ Neno Warisman,
❤ Zeng Wei Jian
✿ Gelar Perkara : Kita Menang Telak, Kubu Ahok Kocar-kacir.
Jumlah total saksi ahli ada 39 orang. Terdiri
dari ahli agama, pidana, IT dan bahasa. Lama gelar perkara dari jam 9 pagi
sampe Magrib.
❤ Kapolri,
❤ Status Face Book,
❤ Tito Karnavian
✿ Inilah Status Facebook yang Menampar Telak Kapolri Tito Karnavian.
Sebuah status Facebook yang ditulis 12
November 2016 oleh Fam Almunawwar Dila mengungkap fakta mengejutan tentang
hubungan dekat keluarga besar Kapolri Tito Karnavian dengan Front Pembela islam
(FPI) dan para Ulama.
Selasa, 15 November 2016
❤ Kasus Ahok,
❤ Megawati,
❤ Rachmawati Soekarno
✿ Ternyata Terungkap Begini Megawati Akan Loloskan Ahok dari Jerat Hukum Meski Tersangka.
Jika Ahok tak ditetapkan jadi tersangka alias
tidak terbukti melakukan tindak penistaan agama maka Ahok akan tetap selamat
dari jeratan hukum berikutnya. Namun jikapun tersangka, maka Ahok akan lolos
lewat upaya pra peradilan sebagaimana Kasus Budi Gunawan saat berhadapan dengan
KPK.
❤ Kasus Ahok,
❤ Kasus Arswendo,
❤ Teuku Nasrullah
✿ Arswendo Saja Tidak Sengaja Menghina Nabi Muhammad Dihukum 4 Tahun, Apalagi Yang Ini.
Berdasarkan yurisprudensi, kasus video Basuki
Tjahaja Purnama alias Ahok di Kepulauan Seribu dinilai sudah dapat disebut
sebagai tindakan penistaan agama. Dalam
ilmu hukum, yurisprudensi adalah keputusan-keputusan dari hakim terdahulu untuk
menghadapi suatu perkara yang tidak diatur di dalam UU.
❤ Jokowi,
❤ Kasus Ahok,
❤ Pengamat Politik,
❤ Syahganda Nainggolan
✿ Syahganda : Perang Dua Kekuatan Besar Sedang Terjadi di Tanah Air.
Apa
yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia menunjukkan sedang ada gejolak atau
gesekan dari kelompok-kelompok tertentu. Kasus dugaan penistaan agama yang
membelit Basuki Tjahaja Purnama adalah hilirisasi konflik dari kekuatan besar
bangsa, dan menjadi perang peradaban.
❤ Din Syamsuddin,
❤ Kasus Ahok
✿ Din Syamsuddin : Ahok Merusak Kerukunan Umat Beragama di Indonesia.
Pernyataan Gubernur DKI Jakarta nonaktif,
Basuki T. Purnama, dalam sebuah pertemuan di Kabupaten Kepulauan Seribu pada
Selasa, 27 September 2016 lalu merusak keharmonisan dan kerukunan umat bergama
di Indonesia. Karena selain memasuki wilayah keyakinan pemeluk agama lain,
memberikan penilaian terhadap pemahaman agama lain, dan lebih paranya lagi Ahok
memakai kata yang bersifat pejoratif mengandung kebencian.
Senin, 14 November 2016
❤ Denny J.A,
❤ Kasus Ahok,
Ph.D
✿ Denny J.A.Ph.D : Ahok Tersangka, Tidak, Tersangka, Tidak?
RAKYAT
Jakarta, juga wilayah lain di Indonesia, sampai tanggal 18 November 2016 nanti
seperti dalam tradisi di banyak daerah : menghitung bunyi tokek. Ketika tokek
berbunyi, kita menduga Ahok tersangka. Bunyi tokek berikutnya, kita menduga
Ahok tidak tersangka alias bebas. Bunyi tokek setelah itu : Ahok tersangka. Dan
seterusnya sampai tokek berhenti berbunyi.
❤ Drs H Ilyas Mustafa,
❤ Kafir,
❤ Kasus Ahok,
❤ Penistaan Agama,
❤ Persaudaraan
✿ Drs H Ilyas Mustafa : Ahok Telah Membangunkan Harimau Tidur.
Selama
ini, umat Islam sangat toleran terhadap non-Muslim dan mampu hidup
berdampingan, saling membantu dalam aktipitas sosial, saling menghargai, serta
menghormati. Hal ini terjadi karena adanya semangat persaudaraan di antara umat
Muslim dengan masyarakat lain yang berbeda paham.
❤ Jokowi,
❤ Kasus Ahok,
❤ NKRI,
❤ Zeng Wei Jian
✿ Zeng Wei Jian : Jokowi Terus Lindungi Ahok, NKRI Bisa Berubah Jadi Negara Jokowi
NKRI mestinya jadi negara hukum (rule of law).
Namun, Jokowi-Ahok menghantar negeri ini ke posisi "state of blurry". Kepastian dan penegakan hukum berimplikasi pada
economic development. Ekonom FA. Hayek menganalisa praktek Rule of Law (Etat de
droit) bermanfaat bagi sistem free-market. China dan Vietnam diharuskan menjadi
negara rule of law seiring proses transisi free-market economy.
❤ Dunia Cyber,
❤ Tentara Cyber Ahok,
❤ Zeng Wei Jian
✿ Seruan Jihad Cyber, Lawan Hantu-hantu Cyber Ahok!
By
: Zeng Wei Jian - Ada hantu berkeliaran di sosial-media. Jumlahnya puluhan ribu
akun bodong. Tugas mereka mencaci-maki, membunuh karakter, nyepin, ngibul dan
menyebar hoax. Mereka adalah tentara cyber Ahok.
❤ FPI,
❤ Habib Rizieq,
❤ Surat Terbuka
✿ Masya Allah! Mengharukan, Surat Terbuka Seorang Kristen untuk Habib Rizieq.
Salam
habib, saya seorang kristen, dulu saya begitu membenci segala kegiatan FPI tapi
sekarang tidak! Saya melihat kebenaran itu dan apa yang diperjuangkan umat
islam saat ini.
Saya
melihat bangsa yang besar ini hanya bisa diselamatkan oleh kekuatan islam dan
tidak ada yang lain dari itu.
Doaku
mengiringi perjuangan habib dan seluruh umat islam indonesia, semoga habib
diberi kekuatan,kesehatan dan umur yang panjang. Dan harapan saya semoga habib
bisa menerima pertemenan saya dan tidak melihat agama saya. Wassalam.
❤ Kasus Ahok,
❤ KH Hasyim Muzadi,
❤ Penistaan Agama
✿ Kasus Ahok, KH. Hasyim Muzadi : Semakin Tertunda, Emosi Umat Semakin Meningkat.
Mantan
Ketua Umum PBNU menyarankan, Presiden Joko Widodo mengutus ulama yang
betul-betul berhati ulama untuk berkomunikasi dengan kelompok-kelompok yang
kini terus mendesak penegakan hukum atas kasus penistaan agama sehingga lebih
diterima.
Minggu, 13 November 2016
❤ Margarito Kamis,
❤ Pakar Hukum Tata Negara,
❤ Partai Politik
✿ Margarito : Dukung Ahok, Sama Saja Parpol Mengamini Penistaan Agama, Ini Melanggar Pancasila & UUD.
Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis mengatakan, masyarakat
bisa mengadukan para partai politik yang mengusung Ahok ke pengadilan.
Alasanya, parpol tersebut telah melanggar Pancasila dan UUD terkait persatuan
dan kesatuan bangsa dan juga karena telah melanggar AD/ART mereka
sendiri.
❤ Ayat Al Quran,
❤ Kasus Ahok,
❤ Penistaan Agama,
❤ Surat Al Maidah
✿ Masya Allah... Ternyata Kasus Ahok Sudah Dikabarkan Allah dengan Sangat Jelas dalam Ayat Ini.
Dalam rilis resmi setelah Aksi Damai 411 di Jakarta Jum'at lalu
(4/11/16), Dewan Pertimbangan Majlis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan 6
rekomendasi untuk memperjelas Fatwa MUI dan sikap resmi terkait aksi damai yang
berujung ricuh karena ulah provokator.
❤ Muhammad Syafi'i,
❤ Polisi
✿ Dikawal Ratusan Polisi, DPR : Itu Instruksi Siapa? Dananya dari Mana? Memang Ahok Itu Siapa?
Anggota
Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra, Muhammad Syafi'i mempersoalkan sikap
Kepolisian yang menerjukan 300 personel untuk mengamankan lokasi yang didatangi
calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yakni di kawasan
Kedoya Utara, Jakarta Barat.
❤ Heppy Trenggono,
❤ Jokowi,
❤ Kasus Ahok
✿ MENGERIKAN! Menurut Heppy Trenggono, Inikah Dampaknya Jika Ahok Sampai Dipenjara?!
Kasus penistaan Al-Quran dan Ulama yang dilakukan
Basuki Tjahaja Purnama masih berlarut. Kenapa kasus
yang sederhana dan sudah banyak yurisprudensinya banyak pula yang sudah dibui
atas kasus penistaan agama, kenapa jadi rumit?
❤ Ahli Bahasa,
❤ DR. Andika Dutha Bachari,
❤ Penistaan Agama,
❤ Surat Al Maidah
✿ Ahli Linguistik Forensik Paparkan Beberapa Unsur BUKTI Ucapan Ahok Sebagai Penistaan atas Al-Qur’an.
Doktor bidang Linguistik Forensik Universitas
Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Andika Dutha Bachari menegaskan, ucapan
Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok soal Al-Maidah 51 merupakan suatu
penistaan. Andika menjelaskan, ada beberapa unsur yang membuat
ungkapan Ahok merupakan penistaan.
❤ Dewan Pertimbangan MUI,
❤ Kasus Ahok
✿ Dewan Pertimbangan MUI Keluarkan Enam Rekomendasi Terkait Kasus Ahok.
Jakarta -
Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) mengeluarkan enam
rekomendasi pasca Aksi Bela Islam 4 November 2016. Rekomendasi yang telah
disepakati oleh 99 perwakilan ulama ini diberi nama Tausiah Kebangsaan.
❤ Kasus Ahok,
❤ Surat Terbuka,
❤ Syafii Maarif
✿ Syafii Maarif Bertobatlah dan Jangan Terus Bela Pemimpin Kafir!
Melihat
sikap Syafii Maarif membela Ahok, saya tidak heran. Kalau kita buka file-file lama
di Google, akan berserakan data-data bagaimana Syafii puja puji Ahok.
Dan
melihat Syafii menghantam FPI (dan MUI) juga jangan heran. Syafii telah lama
benci dan dongkol kepada Habib Rizieq Syihab. Ia, dalam catatan saya, tokoh
yang pertama yang menyebut Habib dengan preman berjubah.
Kenapa
demikian? Karena Syafii tidak pernah mencoba cross check kepada Habib Rizieq.
Syafii lebih nyaman makan-makan dengan Ahok dibanding mencoba mendatangi Habib
untuk mengklarifikasi apa sebenarnya yang diingini FPI.
Dan
lebih ‘mengerikan’ lagi adalah ide Syafii tentang pluralisme Agama. Dalam
Resonansi di Republika, Syafii pernah menulis (intinya) bahwa jalan
keselamatan tidak hanya Islam, tapi juga agama-agama lain. Maka jangan heran,
karena akidah Syafii seperti itu, maka kini ia bela mati-matian Ahok.
Lelaki
yang pernah kuliah di Amerika ini lebih gawat lagi ketika membuat Maarif
Institute. Dengan ideologi dasar pluralisme agama, maka Maarif mengeluarkan
buku Fiqih Kebinekaan, yang nampaknya dipersembahkan untuk Ahok atau pemimpin-pemimpin
non Islam di negeri ini. Jangan heran bila ‘lembaga Amerika’ kabarnya membantu
dana besar untuk lembaga ini.
Lihatlah
bagaimana ‘kerusakan ideologi Maarif
Institute’ ketika membuat survei dan kemudian menempatkan Bali sebagai kota
yang paling Islami di Indonesia. Maarif tidak melihat bahwa Bali pusat narkoba,
pusat pergaulan bebas/perzinahan dan pusat kemaksiyatan lainnya. Bagaimana
dikatakan paling Islami?
Dan
yang menyedihkan bagi saya, adalah ketika Syafii puja-puji kepada Sahetapy ahli
hukum (non Muslim). Syafii yang ahli sejarah, seperti lupa sejarah bahwa
Sahetapy itu sangat keras permusuhannya kepada ‘hukum Islam’. Terutama Piagam
Jakarta.
Seorang
profesor sahabat Amien Rais, bertutur bahwa Amien Rais menyayangkan sikap
sahabatnya yang sudah tua itu. Apa sebenarnya yang dicari oleh Syafii?
Syafii,
Saatnya Bertobat
Lelaki
kelahiran Sumatera 81 tahun ini, memang punya pergaulan yang luas dengan non Muslim.
Mungkin karena pengalamannya bersahabat dengan ‘intelektual-intelektual’ non
Muslim di Amerika-Indonesia, menjadikan Syafii lembek terhadap non Muslim dan
akidahnya tidak kokoh.
Untuk
menghilangkan kesombongan ilmiah, saya anjurkan Syafii membaca buku-buku Prof
Mustafa Azami, Prof Ismail Faruqi dan lain-lain. Apakah Syafii tidak bisa
mengambil pelajaran terhadap pembunuhan (non Muslim) yang mengerikan kepada
Ismail Faruqi dan Istrinya yang disayat-sayat dadanya? Amerika bukan negeri
perang lho. Menurut saya ini lebih sadis dari yang dilakukan ISIS
terhadap musuh-musuhnya di Irak. Apakah Syafii tidak terketuk hatinya,
bagaimana pemerintah Amerika non Muslim menghancurkan negara Irak (2003) yang
mengakibatkan jutaan manusia kini melayang dan mengakibatkan krisis di negara
itu berkelanjutan.
Syafii,
seorang Muslim itu pertama kali disuruh Allah dengan ukhuwah Islamiyah, bukan
ukhuwah insaniyah, ukhuwah wathaniyah atau yang lainnya. Kenapa? Karena para
Nabi, orang-orang terhebat dalam sejarah, itu membawa Islam. Kenapa Nabi
Muhammad saw mati-matian selama hidupnya membela Islam, bahkan dengan
peperangan? Karena Nabi Muhammad saw membawa risalah yang mulia dan penyeru
perdamaian sejati manusia, meski jalannya kadang dengan peperangan.
Syafii,
hayati sejarah Rasulullah saw dan masukkan dalam hati kenapa Alquran menyatakan
: “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan
dia adalah tegas terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama
mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan
keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud.
Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil,
yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan
tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya;
tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak
menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin).
Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang
saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS Al Fath
29)
Syafii,
tentu tahu bahwa di dunia ini yang terjadi adalah ‘pertarungan’ perebutan
kepemimpinan. Tidak terkecuali di Indonesia. Bila kita terus menerus mendekati
dan membela orang atau pemimpin kafir, maka tidak akan tumbuh kepemimpinan
Muslim. Karena itu, Al Qur’an jelas menyatakan : “Orang-orang beriman,
mereka berperang di jalan Allah, dan orang-orang kafir berperang di jalan
thaghut. Maka perangilah wali-wali syetan itu, karena sesungguhnya tipu daya
syetan itu lemah.” (QS an Nissa’ 76).
Pak
Syafii, ketika kita semakin tua, mestinya kita semakin bijak dan semakin
mendekat kepada masjid dan kaum Muslimin. Pak Syafii tentu faham bagaimana
Rasulullah saw dengan sangat serius hari-hari hidupnya digunakan untuk
berdakwah, berjihad dan mengajak orang-orang non Muslim untuk masuk Islam. Jadi
pergaulan kita kepada non Muslim bukan untuk memuji-muji atau ikut berjuang
bersama mereka. Tapi tidak lain untuk mengajak mereka masuk Islam dan menikmati
nikmatnya Islam (Al Qur’an, Sunnah Rasulullah saw dan ijtihad ulama’ yang
shalih).
Pak
Syafii, kadangkala kita perlu berendah hati mendengar pernyataan orang lain,
bahkan orang yang kita musuhi. Ini tidak mudah. Karena biasanya kalau kita
sudah merasa berilmu, professor, kita tidak mau mendengar ora ang yang bergelar
S1. Apalagi S1 di dalam negeri. Penyakit kesombongan intelektual inilah yang
harus kita hapus dalam diri kita. Bukankah Sayidina Ali menyatakan : “Lihatlah
apa yang dikatakan, jangan siapa yang mengatakan.”
Saya
tahu ini tidak mudah. Kadang ‘sifat Firaun’ ini ada pada diri kita. Merasa kita
yang paling hebat dan terbaik. Padahal di sana banyak juga orang-orang yang
lebih hebat dan baik dari kita. Ingatlah firman Allah : “Tidak
wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan
kenabian, lalu dia berkata kepada manusia:"Hendaklah kamu menjadi
penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah". Akan tetapi (dia
berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu
mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.” (QS
Ali Imran 79).
Pak
Syafii, kita masing-masing diberi Allah kelebihan dan kekurangan. Sepanjang
hidup kita selain kita gunakan dakwah dan memperjuangan Islam, juga kita
gunakan untuk memperbaiki diri. “Hisablah dirimu, sebelum dihisab Allah SWT.”
I’tibar kisah Nabi Musa dan Nabi Khidhir perlu kita ambil. Yaitu ketika Nabi
Musa merasa sudah pintar, Allah mendatangkan Nabi Khidhir yang ilmunya tentang
masa depan jauh lebih hebat dari Nabi Musa.
Pak
Syafii, meski saya pernah menjadi wartawan Majalah Tabligh Muhammadiyah,
saya belum kenal secara dekat Pak Syafii. Saya hanya kenal Bapak lewat
tulisan-tulisan saja. Bahkan ketika saya mahasiswa IPB, Alhamdulillah kebetulan
saya sudah membaca sebagian buku Bapak. Yaitu ketika saya menulis resensi buku
“Teori-Teori Politik Islam”, penerbit Mizan menghadiahi saya buku bapak
bersampul hijau tentang masalah Keislaman dan Keindonesiaan.
Semoga
kritik saya kepada Bapak dapat diterima dengan lapang dada. Karena saya yang
masih muda, tentu pengalamannya tidak sebanyak Bapak. Tapi insya Allah yang
saya sampaikan benar. Mudah-mudahan Allah selalu memberikan kita petunjuk dalam
kehidupan yang ‘penuh materialistis’
sekarang ini. *Wallaahu aliimun hakim.
Nuim Hidayat
Wartawan, Penulis
Buku, tinggal di Depok.
Sumber
: suara-islam.com
※ Ya Allah... semoga yang membaca artikel ini :
¤ Muliakanlah orangnya… Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan... Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya… Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah… Yang laki2 entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid… Bahagiakanlah keluarganya… Luaskan rezekinya seluas lautan… Mudahkan segala urusannya… Kabulkan cita-citanya… Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji… Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar. Aamiin ya Rabbal'alamin.
¤ Muliakanlah orangnya… Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan... Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya… Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah… Yang laki2 entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid… Bahagiakanlah keluarganya… Luaskan rezekinya seluas lautan… Mudahkan segala urusannya… Kabulkan cita-citanya… Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji… Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar. Aamiin ya Rabbal'alamin.
“Bila kau tak tahan lelahnya belajar maka kau harus tahan
menanggung perihnya kebodohan” (Imam Syafi’i)
❤ Ahli Bahasa,
❤ Kasus Ahok,
❤ Prof. DR. Muzakir,
❤ Surat Al Maidah
✿ Ahli Pidana Prof. DR. Muzakir Tegaskan Ucapan Ahok Menodai Agama Islam.
Prof.
DR. Muzakir menegaskan ucapan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama
(Ahok) soal Surat Al Maidah ayat 51 diketegorikan sebagai penodaan agama.
“Sebelum
ke sini saya sudah melakukan kajian. Dan saya sudah sampaikan statement di
media. Menurut analisis saya, pernyataan yang bersangkutan (Ahok) termasuk
penodaan agama,” kata Pakar hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia
Yogyakarta ini kepada para wartawan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis
(3/11/ 2016), dikutip dari TvOne oleh Arrahmah.com.
Kedatangan
Muzakir ke Bareskrim Mabes Polri karena dia salah satu saksi ahli yang diajukan
Front Pembela Islam (FPI), ormas Islam yang melaporkan Ahok dalam kasus dugaan
penistaan ayat suci.
Muzakir
memberikan pendapatnya sebagai ahli hukum pidana tentang ucapan Ahok kepada
Mabes Polri. Ketua Bantuan Hukum FPI Sugito Atmo Pawiro mengatakan pihaknya
akan mengajukan tiga ahli dalam kasus ini. Ahli pertama adalah ahli pidana,
yakni Muzakir. Ahli kedua adalah ahli agama, yakni Habib Rizieq Shihab. Dan
terakhir ahli bahasa.
Sugito
mengatakan pihaknya belum menemukan ahli bahasa. Menurutnya, ada dua ahli
bahasa yang ingin dihadirkan, yakni dari Universitas Indonesia atau Universitas
Gajah Mada. “Ahli bahasa kemungkinan minggu depan (dimintai keterangannya),”
kata Sugito.
Ahok
diduga kuat melakukan penistaan agama Islam dengan ucapannya di Kepulauan
Seribu pada 27 September. Saat itu, dalam pidatonya kepada warga setempat, Ahok
menyinggung soal Surat Al Maidah ayat 51.
“Jadi
jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu enggak bisa
pilih saya. Dibohongin pakai Surat Al Maidah 51, macam-macam itu.”
ucap Ahok.
Ucapan
Ahok menyedot perhatian publik setelah cuplikan rekaman video tersebut beredar
di internet. Seluruh umat Islam Nusantara bahkan internasional menganggap Ahok
telah menghina Al Quran, Ulama, para jru dakwah Islam dan umat Islam. Hal ini
dibuktikan dengan “Fatwa” MUI Pusat yang meminta aparat hukum menindak tegas
penista Al Quran seperti Ahok.
Sumber
: pekanews.com
※ Ya Allah... semoga yang membaca artikel ini :
¤ Muliakanlah orangnya… Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan... Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya… Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah… Yang laki2 entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid… Bahagiakanlah keluarganya… Luaskan rezekinya seluas lautan… Mudahkan segala urusannya… Kabulkan cita-citanya… Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji… Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar. Aamiin ya Rabbal'alamin.
¤ Muliakanlah orangnya… Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan... Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya… Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah… Yang laki2 entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid… Bahagiakanlah keluarganya… Luaskan rezekinya seluas lautan… Mudahkan segala urusannya… Kabulkan cita-citanya… Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji… Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar. Aamiin ya Rabbal'alamin.
“Bila kau tak tahan lelahnya belajar maka kau harus tahan
menanggung perihnya kebodohan” (Imam Syafi’i)
Langganan:
Komentar (Atom)



































- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact