Selama
ini, umat Islam sangat toleran terhadap non-Muslim dan mampu hidup
berdampingan, saling membantu dalam aktipitas sosial, saling menghargai, serta
menghormati. Hal ini terjadi karena adanya semangat persaudaraan di antara umat
Muslim dengan masyarakat lain yang berbeda paham.
Ironisnya,
persaudaraan yang sudah terjaga dengan baik itu, rusak akibat pernyataan dari
seorang pejabat pemerintahan yang tidak berdasar dan di luar kewenangannya.
Ketua Majelis Permusyawartan Ulama (MPU) Aceh Tamiang Drs H Ilyas Mustawa
mengatakan, statmen Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok yang dilontarkannya belum
lama ini, telah menguncang stabilitas kehidupan berbangsa, karena memasuki
ranah pelecehan agama Islam.
"Ahok
telah membangun 'harimau tidur' yang selama ini umat Islam tertidur membiarkan
setiap tindak tanduk, sepak terjang yang dilakukan Ahok tetapi seakan-akan
tidak ada pihak yang berani melawan. Namun, ketika lisan Ahok menyinggung ranah
akidah surah Al-Maidah, jutaan umat Islam terbangun dari tidur. Tergerak ukhwah
islamiyahnya melakukan demonstrasi damai menuntut supremasi hukum,"
tegas Ilyas, akhir pekan.
Demikian
dikatakan Ketua Majelis Permusyawartan Ulama (MPU) Aceh Tamiang saat mengisi
materi pengawasan aliran kepercayaan masyarakat yang diselenggarakan oleh
Kesbangpol dan Linmas di aula Al-Ikhwan Kankemenag. Sosialisasi yang diikuti
oleh seluruh camat, pengurus FKUB, pimpinan dayah dan tokoh agama mengangkat
tema, "Melalui kegiatan sosialisasi pengawasan terhadap aliran
kepercayaan masyarakat, kita cegah timbulnya konflik berbasis agama".
Dalam
ulasan materinya, Ilyas menitikberatkan, isu yang sedang aktual, yaitu statmen
Ahok telah menguncang stabilitas kehidupan berbangsa, karena memasuki ranah
pelecehan agama Islam.
Dalam Islam, kata Ilsyas, kafir dibagi
dalam beberapa katogori, yaitu :
1).
Pertama kafir ‘zimmi’ yaitu kafir yang harus dilindungi.
2). Kedua
kafir ‘muahad’ yaitu kafir yang membuat damai dengan muslimin.
3). Ketiga
kafir ‘mustakman’, yaitu yang mendapat jaminan keamanan dari umat Islam dapat
hidup bersama dan beraktivitas.
4). Dan
keempat adalah kafir harbi yaitu selain jenis kafir di atas dan wajib diperangi
karena keberadaannya mengancam umat Islam.
Padahal
di sisi lain, kata Ilyas, setidaknya ada
empat persaudaraan dalam Islam yang menjadi pertimbangan untuk hidup
berdampingan dengan non-muslim. Yaitu :
1).
Pertama ‘ukhwah nasabiyah’ hubungan persaudaraan dalam garis keturunan karena
hubungan darah.
2). Kedua,
‘ukhwah wathaniyah’ saudara karena bernegara, sekalipun berbeda suku, bahasa,
agama, warna kulit, status sosial selama mereka menjadi warga negara Indonesia
adalah saudara wathaniyah. "Rasul mengatakan, cinta kepada Tanah Air
bahagian dari iman," katanya.
3). Ketiga,
ukhwah ‘insaniyah/basyariyah’. Karenanya, setiap manusia wajib memanusikan
manusia lain. Karena semua jenis manusia adalah terikat dalam ukhwah insaniyah
atau basyariya.
4). Dan
keempat adalah ‘ukhwah Islamiyah’. Yaitu, persaudaraan yang diikat oleh akidah
Islamiyah. "Unjuk rasa 4 Nopember oleh jutaan Muslim itu karena panggilan
ukhwah Islamiyah. Sebab kitab suci Alquran telah dilecehkan
oleh Ahok dalam pidato politiknya," ujarnya.
Sumber
: republika
※ Ya Allah... semoga yang membaca artikel ini :
¤ Muliakanlah orangnya… Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan... Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya… Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah… Yang laki2 entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid… Bahagiakanlah keluarganya… Luaskan rezekinya seluas lautan… Mudahkan segala urusannya… Kabulkan cita-citanya… Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji… Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar. Aamiin ya Rabbal'alamin.
¤ Muliakanlah orangnya… Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan... Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya… Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah… Yang laki2 entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid… Bahagiakanlah keluarganya… Luaskan rezekinya seluas lautan… Mudahkan segala urusannya… Kabulkan cita-citanya… Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji… Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar. Aamiin ya Rabbal'alamin.
“Bila kau tak tahan lelahnya belajar maka kau harus tahan
menanggung perihnya kebodohan” (Imam Syafi’i)
