Prof.
DR. Muzakir menegaskan ucapan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama
(Ahok) soal Surat Al Maidah ayat 51 diketegorikan sebagai penodaan agama.
“Sebelum
ke sini saya sudah melakukan kajian. Dan saya sudah sampaikan statement di
media. Menurut analisis saya, pernyataan yang bersangkutan (Ahok) termasuk
penodaan agama,” kata Pakar hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia
Yogyakarta ini kepada para wartawan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis
(3/11/ 2016), dikutip dari TvOne oleh Arrahmah.com.
Kedatangan
Muzakir ke Bareskrim Mabes Polri karena dia salah satu saksi ahli yang diajukan
Front Pembela Islam (FPI), ormas Islam yang melaporkan Ahok dalam kasus dugaan
penistaan ayat suci.
Muzakir
memberikan pendapatnya sebagai ahli hukum pidana tentang ucapan Ahok kepada
Mabes Polri. Ketua Bantuan Hukum FPI Sugito Atmo Pawiro mengatakan pihaknya
akan mengajukan tiga ahli dalam kasus ini. Ahli pertama adalah ahli pidana,
yakni Muzakir. Ahli kedua adalah ahli agama, yakni Habib Rizieq Shihab. Dan
terakhir ahli bahasa.
Sugito
mengatakan pihaknya belum menemukan ahli bahasa. Menurutnya, ada dua ahli
bahasa yang ingin dihadirkan, yakni dari Universitas Indonesia atau Universitas
Gajah Mada. “Ahli bahasa kemungkinan minggu depan (dimintai keterangannya),”
kata Sugito.
Ahok
diduga kuat melakukan penistaan agama Islam dengan ucapannya di Kepulauan
Seribu pada 27 September. Saat itu, dalam pidatonya kepada warga setempat, Ahok
menyinggung soal Surat Al Maidah ayat 51.
“Jadi
jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu enggak bisa
pilih saya. Dibohongin pakai Surat Al Maidah 51, macam-macam itu.”
ucap Ahok.
Ucapan
Ahok menyedot perhatian publik setelah cuplikan rekaman video tersebut beredar
di internet. Seluruh umat Islam Nusantara bahkan internasional menganggap Ahok
telah menghina Al Quran, Ulama, para jru dakwah Islam dan umat Islam. Hal ini
dibuktikan dengan “Fatwa” MUI Pusat yang meminta aparat hukum menindak tegas
penista Al Quran seperti Ahok.
Sumber
: pekanews.com
※ Ya Allah... semoga yang membaca artikel ini :
¤ Muliakanlah orangnya… Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan... Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya… Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah… Yang laki2 entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid… Bahagiakanlah keluarganya… Luaskan rezekinya seluas lautan… Mudahkan segala urusannya… Kabulkan cita-citanya… Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji… Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar. Aamiin ya Rabbal'alamin.
¤ Muliakanlah orangnya… Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan... Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya… Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah… Yang laki2 entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid… Bahagiakanlah keluarganya… Luaskan rezekinya seluas lautan… Mudahkan segala urusannya… Kabulkan cita-citanya… Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji… Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar. Aamiin ya Rabbal'alamin.
“Bila kau tak tahan lelahnya belajar maka kau harus tahan
menanggung perihnya kebodohan” (Imam Syafi’i)

