Kasus
penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok,
membuat suasana tegang pada bangsa ini, kata Ketua Umum Partai Gerindra,
Prabowo Subianto.
“Ini
yang membuat suasana semakin panas. Apalagi masalah agama di negara kita sangat
sensitif,” kata Prabowo, menjawab pertanyaan Rosiana Silalahi di acara “Rosi
Wawancara Khusus Prabowo Subianto” di Kompas TV yang disiarkan
Senin malam.
Wawancara
Prabowo dengan Kompas TV berlangsung beberapa jam setelah Kapolri, Jenderal Tito
Karnavian bertemu dengan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI di kantor MUI
untuk merumuskan aksi 2 Desember mendatang.
Dalam
acara itu diputuskan, aksi 2 Desember boleh tetap berlangsung dengan beberapa
syarat, antara lain hanya dilakukan di pelataran Monas. Dua pekan sebelumnya,
Tito menuding ada kelompok-kelompok yang akan melakukan makar dan karena itu
polisi akan membubarkan aksi demo 2 Desember.
Menurut Prabowo, semua sudah mengetahui
ada keadaan khusus di Ibukota, karena Ahok telah melakukan sesuatu yang
dirasakan oleh banyak kalangan terutama umat Islam dan kalangan rakyat bawah
sebagai suatu penistaan agama.
“Kalau
kita obyektif, sebelumnya pun, mungkin gaya beliau (Ahok) bicara, sikap-sikap
beliau dianggap banyak menyakiti hati banyak kalangan,”
kata Prabowo.
Sumber : posmetro
“Bila kau tak tahan lelahnya belajar maka kau harus tahan
menanggung perihnya kebodohan”
(Imam Syafi’i)

