Mantan
Ketua PP Muhammadiyah Amien Rais meminta kepada Presiden Joko Widodo lebih mengedepankan
kepentingan bangsa yang lebih besar terkait kasus dugaan penistaan agama yang
dilakukan Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok).
“Untuk
itu segera menahan Ahok, sebab kasusnya sudah bukan lagi persoalan umat Islam
dan berpotensi memecah-belah bangsa,” kata Amien Rais usai memberi ceramah pada
Resepsi Milad ke-107 Muhammadiyah Pimpinan Daerah Muhamamdiyah Kota Surabaya,
di Graha ITS, Minggu (20/11/2016)
Ia
mengatakan hal itu perlu dilakukan sebelum terlambat. “Nasi belum jadi bubur,
tangkap segera. Kalau yang lain ditangkap, kenapa ini kok bebas. Ada apa?,”
tegas Amien yang juga tokoh reformasi.
Amien
menyampaikan hal itu agar Presiden Jokowi memerhatikan kepentingan bangsa yang
lebih besar. Dia sendiri secara pribadi mengaku mengenal Jokowi sebagai teman
baik. “Tapi saya ingatkan agar cepat mengambil kebijakan. Tolong dipercepat
selesai itu,” katanya.
Menurut
Amien, jika sampai Presiden Jokowi terlambat, maka sama saja dengan membunuh
sejarah Indonesia. Bangsa ini, kata Amien, sedang gonjang-ganjing. “Bangsa ini
tarung, pecah. NKRI juga bisa bubar,” ujarnya.
Amien
menyarankan sebaiknya Jokowi tidak hanya mendengar masukan dari yang asal bapak
senang. “Dengarkan juga tokoh-tokoh dari kalangan ulama, intelektual, orang
kampus, wartawan, dan lain-lain. Insyaallah mereka akan memberi pandangan yang
imbang,” katanya.
Di
samping memberikan ceramah, Amien Rais berkenan meresmikan Panti Trensains
Muhammadiyah Surabaya yang dibangun di Jalan Gresikan Surabaya. Trensains
(pesantren sains) yang digagas dosen ITS Dr Agus Purwanto itu disiapkan untuk
mencetak ulama yang ilmuwan atau ilmuwan yang ulama. Sebelumnya, Trensains
telah berdiri di Sragen dan Jombang.
Sumber : mediankri
“Bila kau tak tahan lelahnya belajar maka kau harus tahan menanggung
perihnya kebodohan” (Imam Syafi’i)
