HATI
siapa yang tidak akan bergetar melihat ribuan mujahid Ciamis yang kemarin
sempat long march jalan kaki. Jika hatimu tak bergetar, maka berdukalah. Karena
mungkin hatimu sedang sakit tertutup debu-debu duniawi.
Jika iman sudah memanggil, maka tak ada
yang bisa menghalangi. Jarak yang jauh bukan menjadi masalah. Konsumsi yang
mungkin terlihat sulit, bukan menjadi rintangan. Karena mereka yakin bahwa
pertolongan Allah begitu dekat.
Dan keyakinan mereka berbuah manis.
Ketika mereka berjalan baru menempuh jarak 50 km, ternyata pemerintah mencabut
larangan untuk bus yang selama ini menolak mengangkut peserta aksi.
Di saat perut minta haknya untuk diisi,
ternyata sepanjang jalan yang dilalui, banyak masyarakat yang memberikan
pertolongan secara sukarela. Ribuan nasi bungkus beserta air mineral tersedia
gratis untuk mereka. Indahnya kebersamaan ini.
Siapakah yang menggerakan pertolongan
itu? Tentu Allah. Karena mereka berjuang mengharap “bayaran” dari Allah semata, maka Allah pun membalasnya spontan di
dunia. Allah tak akan menelantarkan hamba-Nya yang berjuang ikhlas untuk-Nya
semata.
Dan saya yakin aksi 212 di Jakarta nanti
tak akan pernah sepi dari pertolongan-Nya. Para peserta aksi tak perlu takut
kelaparan atau kehausan, karena Allah akan menjaga mereka.
Sumber : repelita.com
“Bila kau tak tahan lelahnya belajar maka kau harus tahan
menanggung perihnya kebodohan”
(Imam Syafi’i)






