Ketua
Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin menyatakan siap
memimpin perlawanan jika Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dinyatakan bebas.
“Pak
Tito, kita bersahabat ya. Tapi kalau ini sampai lepas, saya akan memimpin
perlawanan,” kata Din disela-sela pembukaan Rakornas II, di Ancol, Jakarta,
Rabu (23/11/2016) malam.
Din menilai, pihak kepolisian terkesan sibuk dengan hiruk-pikuk
lainnya dan mengabaikan penyebab utama yang selama ini meresahkan umat Islam.
“Hiruk-pikuk membereskan barang-barang di sekitar tapi lupa
dengan bara apinya. Jangan karena orang satu, harmoni bangsa terganggu,”
ucapnya.
Din meyakini, ucapan Ahok di Kepulauan Seribu beberapa waktu
lalu sudah masuk ke dalam penistaan agama.
“Dibohongin pakai, ini menurut keyakinan saya sudah memenuhi
kriteria penistaan agama. Kalau itu dibela-bela, apalagi ada gelagat penegak
hukum dibela-bela, saya tersinggung,” katanya.
Sumber : teropongsenayan
“Bila kau tak tahan lelahnya belajar maka kau harus tahan
menanggung perihnya kebodohan”
(Imam Syafi’i)
