Jakarta – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden,
Hasyim Muzadi menuturkan pihak kepolisian harus bekerja sesuai dengan
proporsinya dalam menangani kasus penistaan agama, yang dilakukan Basuki
Tjahaja Purnama alias Ahok.
Jangan
sampai, kata Hasyim penanganan kasus Ahok ini terjadi pelebaran prosedur.
Seperti halnya, pihak kepolisian harus menghadap dulu ke Presiden, seperti yang
terjadi saat ini. “Mestinya sih sederhana tapi menjadi ruwet karena ada
inproporsionalisasi pada eselon-eselon kekuasaan negara,” ujar Hasyim di
Jakarta, Jumat (11/112016).
Menurut
Hasyim, tidak boleh ada keragu-raguan dalam menangani kasus Ahok ini, seperti
ketika melakukan penindakan kepada Arsewendo, Lia Eden dan Musadek. “Sehingga
tidak perlu bekerja ekstra tupoksi begitu. Jadi biasa saja. Seperti dulu
menangani Arswendo, Lia Eden, Musadeq. Masa sudah lupa, kan belum.”
Dia
mengatakan jika penyelesaian dugaan penistaan itu berlarut-larut maka
dikhawatirkan akan ada kepentingan politik yang menunggangi masalah itu.
“Jadi,
masalahnya yang harus diselesaikan bukan hanya ulama disuruh begini-begini.
Begitu ‘core’-nya (akar masalah dugaan penistaan agama) ini dicabut semua akan
reda. Kalau ini tidak yang saya khawatir tumpangan-tumpangan yang menumpangi
‘circle’ (lingkaran masalah) ini.”
Presiden,
ujar dia, seharusnya tak melakukan intervensi kepada pekerjaan Polri ini. “Jangan
diintervensi oleh siapapun sehingga aparat penegak hukum bisa melaksanakan
tugasnya dengan komando satu arah.”
Menurut
dia, perlu ada ‘guidance’ (arahan) dari atasnya (Presiden) supaya tidak maju
mundur. Perlu ada ‘guidance’ ke mana harus melangkah. “Sebenarnya kan polisi sudah
punya pegangan sendiri. Pegangan sendiri jangan diintervensi maksud saya.”
Dia
memberikan contoh ketika seorang polisi menyidik orang maka tidak perlu harus melapor
dulu ke Presiden menurut Mahkamah Konstitusi. “Kenapa masih ada ‘statement’
(pernyataan) untuk tanya ke Presiden kan kasihan Presiden-nya. Ditanya jawab
belum tentu benar, kalau benar belum tentu dibenarkan dan kalau salah malah
jadi ‘problem’ (masalah).”
aktual.com - Wisnu
※ Ya Allah... semoga yang membaca artikel ini :
¤ Muliakanlah orangnya… Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan... Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya… Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah… Yang laki2 entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid… Bahagiakanlah keluarganya… Luaskan rezekinya seluas lautan… Mudahkan segala urusannya… Kabulkan cita-citanya… Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji… Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar. Aamiin ya Rabbal'alamin.
¤ Muliakanlah orangnya… Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan... Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya… Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah… Yang laki2 entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid… Bahagiakanlah keluarganya… Luaskan rezekinya seluas lautan… Mudahkan segala urusannya… Kabulkan cita-citanya… Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji… Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar. Aamiin ya Rabbal'alamin.
“Bila kau tak tahan lelahnya belajar maka kau harus tahan
menanggung perihnya kebodohan” (Imam Syafi’i)

