By
: Zeng Wei Jian - Ada hantu berkeliaran di sosial-media. Jumlahnya puluhan ribu
akun bodong. Tugas mereka mencaci-maki, membunuh karakter, nyepin, ngibul dan
menyebar hoax. Mereka adalah tentara cyber Ahok.
Semua
faksi bergabung menjadi antek-antek Ahok. Komunis, Liberal, Kristen
Fundamentalis, Aliran Sesat, Minoritas, Budhist backward, Nasdem, Golkar,
Hanura dan PDI-P.
Tidak
ada seorang pun yang ngga pernah mereka bully. Ratna Sarumpaet, Haji Lulung,
Lieus Sungkharisma, Andi Arif, Habiburokhman, Amien Rais, Yusril Izha Mahendra
dan Setnov papa-minta-saham.
Hantu
cyber Ahok merusak freedom of speech. Menjungkir-balikan logika. Yang benar
jadi salah, yang salah jadi benar.
Mereka
menganulir fakta Ahok minim prestasi, tersangkut 6 skandal korupsi, Jakarta
jadi lebih macet dan sering banjir, tukang gusur, tukang injak hukum, gini
ratio DKI meningkat, mal-praktek administrasi pemda hingga disinyalir
berpotensi merugikan 1,91 trilyun, menista ayat Al Maidah 51 dan lain
sebagainya.
Tetap
saja Haji Lulung yang salah. Ahok beli lahan milik sendiri di Cengkareng Barat.
Kasusnya dipeti-es-kan.
Belakangan,
hantu-hantu cyber Ahok kepanasan dengan deklarasi Agus-Silvi dan
Anies-Sandiaga. Mereka melancarkan serangan brutal. Mereka bikin meme. Sandiaga
dituduh sebagai pengemplang pajak karena ikut Tax Amnesty. Padahal Jokowi,
James Riyadi, Anthoni Salim, Frangky Wijaya dan sebagainya juga ikut Tax
Amnesty.
Hantu
cyber Ahok memimpin perang digital modern. Mengacu pada doktrin Unresctricted
Warfare (Rencana China Menghancurkan USA) karya Col. Xiao Liang, maka ini
adalah perang dalam arti sebenarnya. Perang persepsi.
Di
antara ketiga paslon, Ahok-Djarot paling berburuk muka. Agus-Silvi dan
Anies-Sandi tidak memiliki cyber armies. Paling kere adalah paslon Anies-Sandi.
Ada mantan presiden dua periode di belakang Agus-Silvi.
Hantu
cyber Ahok sukses menciptakan kesan Ahok kuat. Persepsi ini meningkatkan
kepercayaan swing voter apolitis. Kelompok prohok primordial semakin solid.
Sebagai hewan oportunis, mereka akan memilih pasangan yang diindikasi bakal
menang. Di sini pertarungannya.
Rezim
Dajjal Kafir harus ditumbangkan. Perang modern harus direspon dengan Jihad
modern. Surga pahalanya.
Seluruh
umat, semua ras, segala kubu bersatulah. It’s cyber intifada. Kuasai ruang
cyber. Sebar informasi fakta dan kebenaran. Perkenalkan Agus dan Anies
Baswedan. Lawan hantu-hantu cyber Ahok. Ajak teman dan kolega. Luangkan tiga
jam sehari men-share kabar dan berselancar di jagat maya. [pco]
Sumber : mediankri
※ Ya Allah... semoga yang membaca artikel ini :
¤ Muliakanlah orangnya… Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan... Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya… Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah… Yang laki2 entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid… Bahagiakanlah keluarganya… Luaskan rezekinya seluas lautan… Mudahkan segala urusannya… Kabulkan cita-citanya… Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji… Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar. Aamiin ya Rabbal'alamin.
¤ Muliakanlah orangnya… Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan... Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya… Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah… Yang laki2 entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid… Bahagiakanlah keluarganya… Luaskan rezekinya seluas lautan… Mudahkan segala urusannya… Kabulkan cita-citanya… Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji… Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar. Aamiin ya Rabbal'alamin.
“Bila kau tak tahan lelahnya belajar maka kau harus tahan
menanggung perihnya kebodohan” (Imam Syafi’i)
