Jakarta – Anggota
Dewan Pertimbangan Presiden, KH Hasyim Muzadi mengatakan jika negara berpihak
baik secara terang-terangan atau terselubung dalam kasus penistaan agama oleh
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok maka kekuasaan pemerintah akan dipertanyakan.
“Saya sering menyampaikan pertimbangan kepada Presiden, agar penanganan masalah krusial belakangan ini jangan lebih dulu menggunakan kekuasaan untuk berpihak. Posisi yang harus ditempati adalah pengayoman, kemudian dikembalikan kepada proporsi penentuan hukum,” ujar dia di Jakarta, Jumat (11/11/2016).
Mantan
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini mengatakan jika keberpihakan
posisi penyelenggara negara sejalan dengan kemauan rakyat dan kepentingan
negara maka tidak masalah. “Kalau penyelenggara negara berpihak maka
yang terjadi adalah kesulitan hubungan antara aparat negara dan masyarakat.
Oleh karenanya, hal yang satu posisi negara dan penyelenggara yang harus netral
dan mengayomi, sekarang masuk kepada poisisi kerakyatan.”
Menurut
dia, jika ada keberpihakan pada tingkat kekuasaan maka aparat pelaksana di
bawah juga akan menunjukan keberpihakan. “Nah ini masalahnya kalau ketepatan
keberpihakan itu sama dengan maunya masyarakat banyak tidak masalah, kalau
tidak sama seperti sekarang maka terjadi jarak kerenggangan itu.”
“Jarak
antara masyarakat dengan aparat ini sangat berbahaya karena pekerjaan aparat
bukan cuma urusan Ahok saja. Setiap dia harus membina masyarakat dari segala
macam lalu terganggu hubungan baik ini hanya karena satu masalah besar,”
ujarnya.
Dia
pun meminta agar, pemerintah tak menunjukan keberpihakan dalam penanganan kasus
Ahok ini. Sebab, dia melihat masalah ini sangat krusial. “Dalam menghadapi masalah
krusial, diperlukan proporsionalisasi penanganan, artinya proporsional yang
semestinya menurut kita, proporsionalisasi itu menyangkut posisi negara, di
dalam masalah krusial negara harus mewakili semua, tidak boleh berpihak kepada
si A atau si B.”
aktual.com - Wisnu
※ Ya Allah... semoga yang membaca artikel ini :
¤ Muliakanlah orangnya… Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan... Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya… Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah… Yang laki2 entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid… Bahagiakanlah keluarganya… Luaskan rezekinya seluas lautan… Mudahkan segala urusannya… Kabulkan cita-citanya… Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji… Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar. Aamiin ya Rabbal'alamin.
¤ Muliakanlah orangnya… Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan... Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya… Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah… Yang laki2 entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid… Bahagiakanlah keluarganya… Luaskan rezekinya seluas lautan… Mudahkan segala urusannya… Kabulkan cita-citanya… Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji… Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar. Aamiin ya Rabbal'alamin.
“Bila kau tak tahan lelahnya belajar maka kau harus tahan
menanggung perihnya kebodohan” (Imam Syafi’i)

